Sangatta – Sektor perkebunan kelapa sawit dinilai menjadi salah satu pilar utama perekonomian Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari arah kebijakan pembangunan yang sejak awal menempatkan sektor agroindustri sebagai prioritas daerah.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengatakan, pengembangan perkebunan telah menjadi bagian dari grand design pembangunan daerah sejak Kutim berdiri pada 1999. Kebijakan tersebut kemudian diperkuat melalui penetapan perkebunan sebagai salah satu arah utama pembangunan pada 2001.
“Sejak Kutai Timur berdiri, pembangunan sudah diarahkan pada sektor agroindustri. Kemudian pada tahun 2001, pemerintah daerah bersama DPRD menetapkan perkebunan sebagai grand design pembangunan Kutai Timur,” ujar Ardiansyah saat membuka Sosialisasi Pengembangan Kapasitas Nelayan Kecil di Pelangi Room Hotel Royal Victoria Sangatta, beberapa waktu yang lalu.
Menurutnya, konsistensi dalam menjalankan perencanaan jangka panjang tersebut kini mulai memberikan hasil. Pertumbuhan perkebunan kelapa sawit turut memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menempatkan Kutim sebagai salah satu daerah penghasil sawit utama di Kalimantan Timur.
Ardiansyah menilai keberhasilan itu menjadi bukti bahwa pembangunan yang dirancang secara terarah dan berkelanjutan dapat memberikan dampak positif bagi daerah.
Meski sektor perkebunan berkembang pesat, Pemkab Kutim tidak ingin pembangunan hanya bertumpu pada satu sektor. Berbagai potensi lain, termasuk sektor kelautan dan perikanan, terus didorong agar dapat berkembang secara optimal.
“Masih banyak sektor potensial yang harus kita kembangkan. Karena itu pembangunan harus tetap seimbang agar seluruh potensi daerah bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia berharap Kutai Timur ke depan tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil sawit, tetapi juga memiliki beragam sektor unggulan yang mampu menjadi penggerak ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (ML)
![]()



