
SANGATTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur terus melakukan pemutakhiran data Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui proses verifikasi dan validasi yang melibatkan operator desa.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan data yang tercatat benar-benar menggambarkan kondisi anak tidak sekolah di lapangan. Sebab, dari proses verifikasi yang berjalan, masih ditemukan sejumlah data yang membutuhkan klarifikasi lebih lanjut.
Kepala Bidang PAUD dan PNF Disdikbud Kutim, Heri Purwanto, mengatakan data ATS yang saat ini berada di Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) masih memungkinkan memuat anak yang sebenarnya sudah tidak masuk kategori ATS.
“Data anak yang tidak ditemukan, yang sudah tamat SMA, itu nanti akan dikeluarkan. Jadi benar-benar gambarannya, ini loh realnya di lapangan,” kata Heri.
Menurutnya, selama ini operator desa melakukan verifikasi langsung melalui server ATS milik Pusdatin. Setelah proses tersebut selesai, data yang telah diverifikasi dan divalidasi nantinya akan dimigrasikan ke aplikasi yang disiapkan Pemkab Kutim.
Aplikasi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai jumlah ATS di Kutai Timur. Data yang sudah tidak sesuai dengan kondisi lapangan akan kembali disaring sehingga tidak ikut memperbesar angka ATS.
Heri menyebut, proses pemutakhiran tersebut penting karena data menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah penanganan anak tidak sekolah.
Dengan keterlibatan operator desa, pemerintah berharap data yang dihasilkan tidak hanya bersumber dari database, tetapi juga berdasarkan kondisi nyata yang ditemukan di masyarakat. (ADV/TJ)
![]()



