
SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi mendorong agar pemanfaatan lahan pascatambang disiapkan sejak dini. Tidak hanya menyangkut kesesuaian lahan dan aspek hukum, tetapi juga menentukan kegiatan ekonomi serta masyarakat yang nantinya akan mengelola dan menjalankannya.
Mahyunadi menilai, perencanaan pascatambang harus menjadi perhatian bersama agar kawasan bekas pertambangan tidak berhenti pada proses reklamasi, tetapi dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
“Kita harus betul-betul kesesuaian lahan dan rencana pascatambangnya ini berdasarkan peraturan dan ketentuan yang ada di Republik Indonesia,” ujarnya.
Menurut Mahyunadi, berbagai alternatif kegiatan ekonomi dapat dikembangkan di kawasan pascatambang, tentunya dengan memperhatikan karakteristik dan kesesuaian lahannya.
Pilihan tersebut antara lain pertanian, peternakan, perikanan, agroforestri, pariwisata, ekonomi terbarukan maupun kegiatan ekonomi produktif lainnya.
“Siapa yang akan mengelolanya, Bapak-Ibu sekalian? Usaha apa yang dapat dikembangkan untuk itu? Apakah pertanian? Apakah peternakan? Apakah perikanan? Apakah agroforestry? Apakah pariwisata? Ekonomi yang terbarukan? Atau kegiatan ekonomi produktif lainnya?” tuturnya.
Namun, menurutnya, menentukan jenis kegiatan ekonomi saja belum cukup. Hal yang tidak kalah penting adalah mempersiapkan masyarakat yang nantinya menjadi pelaku ekonomi di kawasan tersebut.
Mahyunadi mempertanyakan bagaimana masyarakat yang saat ini mendapatkan manfaat ekonomi dari aktivitas pertambangan dapat memiliki sumber penghidupan baru setelah tambang berakhir.
“Yang lebih penting saat ini, siapa masyarakat yang kita siapkan untuk menjadi pelaku ekonominya nanti? Karena ini agak rumit. Lahannya jadi milik siapa nanti yang ditambang ini?” katanya.
Karena itu, menurut Mahyunadi, persoalan pascatambang membutuhkan perencanaan lintas sektor dan pembahasan sejak awal. Kepastian pemanfaatan lahan, model usaha, pengelolaan hingga kesiapan masyarakat perlu dipersiapkan agar kawasan pascatambang benar-benar dapat menjadi bagian dari sumber pertumbuhan ekonomi baru di Kutai Timur. (ADV/TJ)
![]()



