G-Smart.id – SANGATTA – Plt Kepala Dinas PU Kutim, Witono diminta Bupati Ardiansyah Sulaiman untuk menurunkan alat berat dan memperbaiki jalan di Kecamatan Muara Bengkal yang kondisinya rusak berat.

Menurutnya, saat ini pihaknya telah melaksanakan tugas tersebut. Terlebih, jalanan itu merupakan akses yang digunakan masyarakat yang akan masuk dan keluar dari Muara Bengkal.

“Kami sudah kirim lima unit alat berat. Seperti excavator hingga dumptruk. Saat ini tim di lapangan sedang bekerja,” jelasnya.

Dirinya juga menuturkan jika pekerjaan tersebut dibagi dalam dua sekmen, yakni penyelesaian jalan kabupaten oleh PU dan jalur perusahaan diselesaikan oleh tiga perusahaan sekitar lokasi kerusakan.

“Kerjaannya dibagi, ada tiga titik yang kami kerjakan dan ada jalan yang diperbaiki pihak perusaahaan,” tambahnya.

Dalam hal ini, kata Witono, pihaknya fokus menyelesaikan Jalan di Desa Ngayau, Senambah dan Mulupan, yang kapasitas perbaikannya mencapai 27 kilo meter. Kata dia, perbaikan ini berproses mengingat jarak tempuh cukup jauh.

“Tiga wilayah itu punya kabupaten, jarak yang diperbaiki sekitar 27-28 km,” tuturnya.

Dirinya tidak menargetkan tenggat waktu penyelesaian badan jalan. Mengingat akses tersebut kerap digenangi air karena faktor cuaca hingga jalan yang terletak tidak jauh dari sungai.

“Medannya dekat sungai dan sekitar rawa belum lagi kondisi cuaca yang hujan terus. Itu yang buat pekerjaan jadi sulit, makanya kami tidak mau bilang kapan akan selesai, tapi gimana supaya layak dilalui,” ungkap ia.

Bahkan menurutnya skala pekerjaan masih banyak yang akan dikerjakan. Sejauh ini progres jalan baru penimbunan. Bahkan jauh dari target rampung.

“Saat ini baru perencanaan perbaikan yang bagus. Saya tidak ingin jalan itu asal jadi. Kondisi saat ini kalau sekadar asal lewat sudah bisa lewat. Tapi bukan itu saja, kami ingin jalan itu jangka panjang,” harap ia.

Hanya saja, hal itu menurutnya membutuhkan biaya cukup besar. Sehingga pihaknya akan berkoordinasi dengan perusahaan setempat agar dapat menyelesaikan jalan dan tidak mengalami kerusakan lagi.

“Pekerjaan ini bukan cuma butuh alat saja, tapi itu butuh biaya besar. Makanya kami akan berkolaborasi dengan perusahaan di situ,” tutupnya. (ADV/G-S03)