G-Smart.id -Samarinda-Anggota DPRD Kaltim Syafruddin selesai melaksanakan sholat taraweh langsung berangkat ke Kantor DPW PKB. Tiba di kantor langsung dihampiri oleh pengamen jalanan dan Syafruddin pun menyuruh mereka bernyanyi setelah mereka bernyanyi akhirnya ditanyain terkait pendidikanya.

Rupanya dua pengamen cantik bersaudara kaka dan adik adalah anak yang putus sekolah, adiknya berhenti dibangku SD sedangkan kakaknya hanya tamat Sekolah Menegah Pertama (SMP) “ujar Syafruddin saat ditemui dikantor DPW PKB Jalan Juanda Kelurhan Air Hitam Samarinda Jum’at ( 30/4).

“Mereka putus sekolah akibat tidak memiliki biaya dan memutuskan berhenti melanjutkan pendidikan dan memilih menjadi pengamen jalanan untuk membantu meringkan beban kedua orang tuanya,” katanya.

Lanjut Syafruddin Ketua Fraksi PKB mengatakan tetapi semangat mereka luar biasa, kakaknya hanya selesai kelas 2 SMP dan alhamdulilah sudah dapat paket B dan dia bertekad mengejar paket C, sedangkan adeknya tidak lulus SD dan sedang berusaha untuk mengejar Ijazah Paket A, B dan C dan inya Allah saya siap membantu.

“Angka putus sekolah, atau jumlah anak putus sekolah di Kaltim Tahun 2019/2020, mulai dari jenjang terendah, SD, SMP hingga SMA/SMK mencapai 1.670 orang,”ujar Syafruddin.

Lanjut Politis PKB ini adalah potret Pendidikan di Kaltim, dan data anak putus sekolah tahun 2020 di kaltim sebanyak 1.670 anak tidak berbanding lurus dengan Visi Gubernur yang menginginkan kaltim berdaulat di 2023.

“Semoga kedepan tidak ada lagi anak yg putus sekolah karena mimpi Gubernur Kaltim ingin menciptakan Kalimantan Timur Berdaulat,”tutupnya.( ADV/GS-05).