G-Smart.id-Samarinda-Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Gubernur Provinsi Kaltim tahun 2020 yang digelar pada rapat paripurna 7, Senin (29/03) yang lalu mendapat tanggapan dari anggota DPRD Kaltim Syafruddin.

Anggota Panitia Khusus LKPJ Syafrudin mengatakan bahwa laporan LKPJ sangat jauh dari harapan bahkan di sebut sebagai kegagalan sehingga pemerintahan Isran – Hadi harus segera mengambil langkah perbaikan upaya memperbaiki dan meningkatkan sektor-sektor yang tidak mampu di wujudkan atau di realisasikan.”

“Target yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sekarang ini angka kemiskinan meningkat, pengangguran meningkat, infrastruktur banyak yang belum tercapai baik itu jalan, jembatan, drainase dan irigasi masi saja jalan di tempat.” ujar Syafruddin, senin (05/04) di ruang Fraksi PKB.

“Begitu juga di sektor lain pada pendapatan daerah atas pengelolaan aset-aset daerah belum maksimal bahkan terjadi bocoran di sektor hasil pengelolaan aset daerah atau perusda bumd.” Beber Syafruddin.

Lanjut Ketua Fraksi PKB Syafruddin mengatakan pada sektor pertanian belum menunjukkan tren positif atau tren peningkatan di tandai dengan tidak adanya kawasan yang menjadi lumbung pangan/beras di kalimantan timur ini.

Menurutnya sektor ini cenderung menurun drastis dengan banyaknya kawasan yang berubah status seperti di daerah tenggarong seberang yang dahulu sebagai daerah persawahan sekarang berubah menjadi kawasan pertambangan begitu juga di Penajam Paser Utara (PPU) yang dulunya sebagai kawasan pertanian secara perlahan menurun dan menunjukkan hasil yang negatif.

“Saya selaku anggota pansus LKPJ menilai pemerintahan isran – hadi kinerjanya sangat buruk sekali, sehingga di sisa masa jabatan beliau harus menunjukkan kinerja positif dalam rangka mengejar ketertinggalan target-target yang tertuang dalam RPJMD meskipun kita sedikit memaklumi bahwa ketertinggalan diakibatkan oleh covid 19 sehingga berdampak pada pergerakan ekonomi dan sebagainya,”tutupnya.(ADV/G-S05).

Loading