G-Smart.id – Sangatta – Akses jalan yang baik tentunya menjadi dambaan seluruh masyarakat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Sebab dengan kondisi jalan yang baik, tentunya dapat memperlancar mobilitas sertamenunjang pertumubuhan ekonomi masyarakat Kaltim.

Sebagai perwakilan rakyat, Ir Sutomo Jabir, ST, MM yang merupakan salah satu anggota DPRD Provinsi Kaltim, dirinya bersama anggota dewan lainnya, punya tanggung jawab untuk mengawal pembangunan di Kaltim. Terutama pembangunan jalan trans Kalimantan Timur.

“Saya dari Dapil Bontang, Kutim dan Berau, punya tanggung jawab untuk mengawal dan memperjuangkan pembangunan dan pemeliharaan jalan di Kaltim. Khususnya diwilayah 3 ini,” ungkap Sutomo Jabir, kepada media ini, usai melakukan Kunker ke UPTD Wilayah 3, Dinas PU Provinsi Kaltim yang ada di Kutim, dalam rangka LKPJ Gubernur Kaltim 2020, Senin (20/4/2021).

Dikatakan Sutomo, dirinya bersama anggota DPRD Provinsi lainnya, dalam kunjungan itu yakni, Agiel Suwarno dan Harun Al Rasyid berkomitmen untuk memperjuangkan anggaran pembangunan dan pemiliharaan jalan di Kaltim. Termasuk pembangunan jembatan Kaubun – Talisayan yang memang sangat dinanti-naantikan oleh masyarakat sekitar.

“Karena disana, juga menyambungkan Talisayan – Biduk-Biduk. Sedangkan, salah satu objek wisata yang ingin dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi. Kemudiaan sumber ikan ada disana. Mobiliats masyarakat nelayan untuk membawa ikan keluar dari Taliusayan-Samarinda setiap hari,”terang Sutomo.

Lebih jauh, dikatakan anggaran untuk pembangunan dan pemiliharaan jalan simpang Kaliorang – Talisayan, Tanjung Redap – Talisayan, sangat perlu untuk ditingkatkan dan dilanjutkan pengerjaannya.

“Biaya pemliharaan jalan pertahun, hanya berkisar Rp 30 miliar malah tidak sampai. Sedang untuk pembangunan jalan (baru) menelan anggaran sekitar Rp 12,5 per kilometernya. Sementara panjang jalan simpang Kaliorang – Talisayan, Tanjung Redap – Talisayan panjangnya 448 kilometer. Memang butuh biaya yang besar sebab jalan kita panjang dan banyak yang perlu ditingkatkan. Minimal bisa disamakan dengan anggaran wilayah 1 dan wilayah 2, yakni sekitar Rp 40 – 50 miliar,” ucap Tomo (sapaan akrab Sutomo Jabir). (ADV/G-S04)