SANGATTA – Dalam upaya percepatan transformasi digital di indonesia. Sesuai dengan Arahan Presiden RI yang mengamanatkan seluruh desa/kelurahan di indonesia terjangkau layanan seluler dengan teknologi 4G/LTE.

Dalam program 3435 Non 3T Kementrian Kominfo, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendapatkan 56 lokasi yang akan dibangun. Dari 56 lokasi tersebut berdasarkan data dari Dirjen Telekomunikasi, provider yang akan membangun adalah Telkomsel di 18 lokasi, Indosat di 30 lokasi dan XL di 8 lokasi.

Untuk itu dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur yang diidentifikasi oleh sinyal berbasis teknologi 4G/LTE tersebut, Selasa (19/7/2022) dilakukan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Bupati Kasmidi Bulang didampingi Kadis Kominfo Perstik Ery Mulyadi bersama pihak PT. Telkomsel, PT.Indosat, PT. XL_Axiata, PT. Protelindo, PT. Daya Mitra (Mitratel), PT. Fiber Home, PT. Berkah Sukses Sejati, PT. Comtelindo, TBG Tower Bersama Group, kepala DPMPTSP Teguh Budi Santoso, perwakilan Bappeda dan Dinas PU Kutim.

Saat memimpin rapat, Wabup Kasmidi Bulang menyampaikan program3435 Non 3T ini sinergi dengan program Bupati dan Wakil Bupati Kutim yaitu ingin 18 kecamatan di 139 desa, 11 desa persiapan dan 2 kelurahan semuanya merdeka signal.

Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang saat memimpin rapat koordinasi program 3435 Non 3 T di Diskominfo Perstik Kutim, selasa (19/7/2022).

Dirinya menambahkan Kutim memiliki kendala wilayah yang cukup luas dan jauh, oleh karena itu dirinya berharap bisa dimaksimalkan sejauh-jauhnya jangkauan signalnya.

“Tugas Pemerintah Daerah mengawal program pusat ini, jika nanti dilapangan terdapat kendala atau masalah bisa dilaporkan, sehingga dicarikan solusi agar program ini bisa berjalan, karena diharapkan 56 lokasi tersebut selesai di 2022 ini dan tahun 2023 lain lagi titik lokasinya,” pungkas Kasmidi.

Sementara itu, disampaikan oleh Kadis Kominfo Perstik Ery Mulyadi bahwa dari 56 titik lokasi yang masuk dalam program 3435 Non 3T ini terdapat 24 lokasi yang blankspot sedangkan yang non blankspot di 32 lokasi.

Kadis Kominfo Perstik Kutim,Ery Mulyadi.

Dirinya juga menyampaikan bahwa pada 16 Desember 2021 yang lalu sudah bersurat ke Kementrian Kominfo untuk melakukan relokasi titik supaya diarahkan pada lokasi blankspot. Wilayah di Kutim, sambung Ery, memiliki 37 titik blankspot sementara yang masuk di program tersebut hanya 24 lokasi blankspot.

“Kita ingin direlokasi menjadi 37 titik blankspot, hal ini sesuai target yang ingin dicapai. sedangkan sisanya 19 lokasi yang non blankspot sifatnya hanya penguatan signal saja,” ujar Ery.

Dari hasil rapat tersebut, seperti disampaikan oleh para provider bahwa sudah ada beberapa yang sudah on air seperti yang dikerjakan oleh indosat, ada 6 yang sudah on air, sedangkan XL, target 8 lokasi sudah 2 yang dikerjakan dan targetnya akhir Agustus sudah rampung semuanya, sementara Telkomsel sudah on progress. (G-S02)

Loading