SANGATTA – Riuh rendah sorak penonton memecah keheningan malam di kawasan Bukit Pelangi. Di bawah sorotan lampu stadion yang terang, Lapangan Mini Soccer GSG menjadi saksi bisu sebuah laga yang tidak hanya menguras keringat, tetapi juga sarat akan kehangatan emosional. Rabu (10/6/2026) malam, jarum jam menunjukkan pukul 20.00 Wita ketika peluit pertama dibunyikan, menandai dimulainya Friendly Match antara Bhayangkara FC Polres Kutim melawan Jurnalis Kutai Timur (Jukut) FC.
Pertandingan persahabatan ini digelar bukan tanpa alasan. Di tengah momentum menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara, lapangan hijau dipilih menjadi panggung untuk merayakan kemitraan yang telah lama mengakar kuat.
Atmosfer pertandingan langsung terasa hidup sejak menit awal. Bhayangkara FC yang dimotori langsung oleh Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, tampil menekan. Hasilnya, sebelum turun minum babak pertama, sang Kapolres berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Sebuah sontekan terukur dari AKBP Fauzan sukses mengoyak jala Jukut FC di bawah mistar gawang jurnalis Wir, membawa Bhayangkara FC unggul 1-0 dan disambut tepuk tangan riuh dari pinggir lapangan.

Memasuki babak kedua, Jukut FC yang tertinggal tidak tinggal diam. Tim yang berisikan para pemburu berita ini mulai menata ritme permainan. Ketegangan sempat memuncak ketika jual beli serangan terjadi, mempertemukan ketangguhan fisik personel kepolisian dengan kegigihan para kuli tinta.
Momen magis bagi Jukut FC akhirnya lahir dari kaki Maulana, jurnalis dari Diskominfo Staper Kutim. Melihat celah di lini pertahanan lawan, Maulana melepaskan sebuah tendangan melambung yang indah. Bola meluncur mulus melewati jangkauan kiper Bhayangkara FC, mengubah papan skor menjadi imbang 1-1. Skor kembar ini bertahan hingga peluit panjang ditiupkan, sebuah hasil adil yang menyimbolkan keseimbangan kemitraan di antara kedua belah pihak.
“Kegiatan kita menunjukkan bahwa kemitraan kita dengan media di wilayah Kutai Timur sungguh sangat luar biasa. Tanpa dukungan rekan-rekan media, Polri tidak bisa menyampaikan kinerja kepada masyarakat,” ujar AKBP Fauzan Arianto, merefleksikan esensi dari laga malam itu. (*)
![]()



