Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong perangkat daerah untuk mempertahankan personel yang telah mengikuti Pelatihan Teknis Aplikasi Credible Monitoring System (CMS). Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pengelolaan data dan informasi dalam sistem tersebut.

Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Bappeda Kutim, Ripto Widargo, mengatakan peserta yang telah ditunjuk dan mengikuti pelatihan diharapkan tetap menjadi pengelola CMS di masing-masing perangkat daerah.

Menurutnya, keberlanjutan personel menjadi salah satu faktor penting agar proses penginputan dan pembaruan data dalam CMS dapat berjalan secara konsisten.

“Karena ini kegiatannya spesifik untuk pelatihan teknis, sehingga personel yang dikirim dari perangkat daerah yang sudah ditunjuk itu diharapkan tetap,” ujar Ripto, rabu (16/9/2026) di Ruang Aurora Hotel Aston Samarinda.

Ia menjelaskan, CMS akan digunakan secara berkelanjutan dan membutuhkan pembaruan data secara berkala. Karena itu, apabila personel yang telah memahami sistem sering berganti, dikhawatirkan terjadi kesenjangan pemahaman maupun terputusnya informasi mengenai pengelolaan aplikasi.

“Harapannya tidak berganti orang. Adanya kesinambungan data maupun informasi, maupun dari sisi literasi,” katanya.

Ripto menilai, mempertahankan personel yang telah mendapatkan pelatihan juga akan memudahkan proses updating data secara berkala. Pengguna yang sudah memahami mekanisme CMS dapat melanjutkan pengelolaan tanpa harus memulai kembali proses pembelajaran dari awal.

“Kalau misalnya berganti orang, dikhawatirkan kontinuitas dari informasi ini akan terputus,” jelasnya.

Lebih jauh, CMS yang telah dibangun selama satu tahun tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana penyimpanan dan penginputan data. Sistem ini nantinya dapat dimanfaatkan sebagai alat pemantauan perkembangan berbagai indikator pembangunan berkelanjutan di Kutim.

Hasil pemantauan tersebut kemudian dapat menjadi dasar dalam menyusun rekomendasi tindak lanjut maupun rencana aksi apabila terdapat indikator yang belum sesuai dengan target.

Dengan mempertahankan personel yang telah mendapatkan pelatihan, Bappeda Kutim berharap pengelolaan CMS dapat berjalan secara konsisten, sehingga data yang tersaji tetap terbarui dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pemantauan serta perumusan tindak lanjut pembangunan di daerah. (ds)

Loading