SANGATTA – Pengetahuan tentang risiko genetika menjadi salah satu hal yang perlu dipahami generasi muda sebagai bekal mempersiapkan kehidupan berkeluarga. Melalui edukasi kesehatan reproduksi, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengajak remaja mengenali pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Edukasi tersebut diberikan kepada 70 siswa-siswi SMK Keperawatan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Senin (19/10/2026). Kegiatan bertajuk Kesehatan Reproduksi Remaja dan Risiko Genetika untuk Masa Depan Bangsa itu berlangsung di aula sekolah.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DPPKB Kutim, Yuriansyah T., mengatakan remaja perlu mendapatkan pemahaman yang benar tentang kesehatan reproduksi. Pengetahuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan perubahan fisik pada masa pubertas, tetapi juga menjadi bekal untuk mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan.

Menurutnya, pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dan risiko genetika perlu diperkenalkan sejak dini agar generasi muda memiliki wawasan yang cukup ketika kelak mempersiapkan kehidupan berkeluarga.

Pengetahuan tentang risiko genetika, kata dia, bukan untuk menimbulkan ketakutan atau stigma terhadap kondisi kesehatan tertentu. Sebaliknya, edukasi ini diharapkan dapat membangun kesadaran bahwa informasi kesehatan merupakan bagian penting dalam perencanaan keluarga.

Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Golda Institut, Eva Dipanti Tumba, yang membawakan materi Jaga Aset Reproduksi untuk Masa Depan Bangsa. Materi ini melengkapi pembahasan kesehatan reproduksi remaja dengan penekanan pada pentingnya menjaga kesehatan sebagai investasi bagi masa depan.

Sementara itu, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kutai Timur, Bdn. Yuliana Kala’ Lembang, S.Tr.Keb., SE., MM., menyampaikan materi Kesehatan Reproduksi Remaja. Kedua materi tersebut memberikan sudut pandang yang saling melengkapi mengenai kesehatan reproduksi dan kesiapan generasi muda menghadapi masa depan.

Ketua Yayasan SMK Keperawatan Singa Geweh, Bidan Mastiah, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang melibatkan DPPKB Kutim dan para narasumber. Ia berharap edukasi tersebut dapat menambah wawasan siswa-siswi dan memberikan manfaat dalam menjaga kesehatan diri.

Melalui kegiatan ini, DPPKB Kutim berupaya memperluas pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi, termasuk pentingnya mengenali risiko genetika. Pembekalan sejak dini diharapkan membantu generasi muda membangun kesadaran kesehatan dan mempersiapkan kehidupan berkeluarga secara lebih bertanggung jawab. (ADV/TJ)

Loading