SANGATTA – Bencana bisa terjadi kapan saja, namun tim penyelamatan tidak mudah meraih informasi sepenuhnya. Untuk itu, BPBD Kutai Timur (Kutim) melibatkan masyarakat sebagai informan.

Terobosan dilakukan oleh Kepala BPBD Kutim, Syafruddin. Menurutnya, kini warga dapat terlibat langsung. Dia menyebut jika masyarakat mendapati kejadian di sekitar tempatnya menetap, dapat mengirimkan pemberitahuan melalui aplikasi.

“Siapapun boleh menginformasikan. Masyarakat cukup mendownload di Playstore mengklik BPBD Kutai Timur,” ungkapnya.

Namun terobosan tersebut baru akan disosialisaikan tahun ini. Bahkan, ia akan menggandeng seluruh camat sebagai corong di 18 kecamatan se Kutim.

“Aplikasi ini dibuat oleh bidang kami. Tahun ini pelan-pelan kami sosialisasi pada masyarakat,” tuturnya.

Informasi itu meliputi kejadian banjir, angin, kebakaran, maupun gejala hingga bencana apa pun. Hal ini bertujuan agar memudahkan petugas melakoni pekerjaannya.

“Infonya itu langsung masuk ke aplikasi. Selanjutnya, tugas admin yang menghimpun dan menyebarkan pada petugas verifikasi,” bebernya.

Petugas verifikasi ini, lanjut dia akan mengecek lokasi bencana dan menginfokan pada petugas lapangan BPBD.

“Nanti tim verifikasi yang mengkoneksikan pada tim,” terang ia.

Berbeda halnya dengan kejadian di kecamatan pedalaman. Dalam hal ini, dirinya menyebut akan melibatkan tim kecamatan untuk menginformasikan pada tenaga penyelamatan di kecamatan tersebut.

“Aplikasi dihimpun ke kecamatan, konfirmasi ke camat langsung, itu gunanya motor patroli, bisa dipakai untuk validasi laporan masyarakat,” tandasnya.

Hanya saja, metode ini menurutnya sangat memerlukan jaringan internet yang baik. Sehingga, informasi dapat cepat ditangkap. Kata dia, beda halnya jika kejadian langsung ditemui oleh petugas dan bukan dari laporan warga.

“Kalau dari laporan warga, yang terpenting itu ada sinyal internet. Tapi kalau petugas sendiri yang dapat info, langsung ditangani,” tuturnya.(ADV/G-S03)