Sangatta, G-Smart.id – Berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) berpotensi membuat tenaga kerja lokal kalah bersaing dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand. Dampaknya, jumlah tenaga kerja yang terserap pasar bisa menurun.

Untuk mengatasi hal itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutai Timur (Kutim) menggagas program Bursa Kerja Khusus (BKK) demi memaksimalkan penyerapan tenaga kerja di sejumlah perusahaan di wilayah setempat.

“Program BKK sekaligus solusi alternatif dalam menghadapi persaingan penyerapan tenaga kerja dengan masyarakat asing,” kata Kadisnakertrans Kutim Sudirman Latif yang ditemui usai mengikuti hearing di DPRD Kutim, Selasa (26/10/2021).

Menurut dia, program tersebut diterapkan pihaknya dengan cara menyelaraskan kebutuhan perusahaan terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan. Disnakertrans, kata dia, bersama perusahaan melatih anak-anak yang akan lulus sekolah menengah kejuruan (SMK). Pelatihan meliputi kedisiplinan, pengetahuan tentang aturan-aturan perusahaan, sampai tentang lamaran pekerjaan. Pihaknya pun menggandeng human resource development (HRD) perusahaan untuk membagikan pengalaman kepada peserta agar siap ketika memastikan masuk dunia kerja.

Menurut Sudirman, Pemerintah hanya berperan sebagai fasilitator antara pencari kerja dan perusahaan. Dengan begitu, keinginan pencari kerja dapat ditampung perusahaan yang sedang membutuhkan karyawan baru.

“Nantinya, lulusan sekolah tersebut bisa bekerja di sana. Ini kan sebuah terobosan karena perusahaan melihat mutu sekolah tersebut,” ujarnya.

Sudirman pun berharap program yang digagas Disnakertrans itu dimasukkan ke dalam Peraturan Daerah (Perda) Ketenagakerjaan yang sedang dirancang bersama Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Kutai Timur.

“Kami berharap agar di dalam Perda Ketenagakerjaan ini juga ada termuat bab khusus yang terkait dengan pembentukan Bursa Kerja Khusus,” tutupnya. (G-S09)