Sangatta – G-Smart.id – Musyawarah Cabang (Muscab) Gerakan Pramuka Kutai Timur (Kutim) tahun 2022 resmi dibuka oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman, kamis di Hotel Royal Victoria Sangatta Utara dengan agenda pemilihan Ketua Kwartir Cabang periode 2021 -2026.

Muscab ini turut dihadiri Wabup Kutim yang juga Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kutim periode 2016 – 2021 Kasmidi Bulang, Sekretaris Kwarda Kaltim H Fachruddin Jafrie, Ketua DPRD Kutim H Joni, Wakil Ketua DPRD Asti Mazar, Pj Seskab Kutim Yuriansyah, peserta muscab dan undangan lainnya.

Muscab berlangsung selama 3 hari dari tanggal 6 – 8 April 2022 dan diikuti peserta sebanyak 25 orang yang terdiri dari Unsur kwartir cabang sebanyak 7 peserta dan kwartir ranting sebanyak 18 Peserta. Sebagai peninjau dari Pimpinan Cabang Satuan Karya pramuka sebanyak 11 orang.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kutim menyampaikan Pramuka adalah bagian terpenting dari pada estafet kepemimpinan di Republik Indonesia.

Yang tidak kalah penting, sambung Ardiansyah, didalam musyawarah ini adalah memilih pengurus yang baru untuk meneruskan perjuangan pengurus Kwarcab Kutim, dan siap meneruskan kepemimpinan tersebut.

“Saya meyakini tidak ada riah riuk yang terjadi di Muscab Gerakan pramuka ini karna sudah di persiapkan matang dari jauh hari,” ujarnya.

Pilih Ketua Kwartir Cabang, Gerakan Pramuka Kutim Gelar Muscab

Sementara itu Kasmidi Bulang sebagai Ketua Kwartir Cabang Kutim menyampaikan permohonan maaf atas pelaksanaan Muscab Gerakan Pramuka yang mundur dari jadwalnya.

“Muscab ini seharusnya dilakukan di bulan Maret lalu. Namun Kutim saat itu mengalami musibah banjir. Banyak kegiatan evakuasi dan susahnya aksesbilatas, sehingga tidak baik jika terlalu dipaksakan,” tuturnya.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kutim Kasmidi Bulang.

Sebagai Ketua Kwarcab, Kasmidi bulang mengatakan, tidak terasa sudah dua periode memimpin Kwarcab Kutim mulai dari 2011 sampai hari ini. Secara AD-ART tidak boleh menjabat lebih dari dua priode. Maka dengan itu harus ada regenerasi.

“Gerakan pramuka ini sudah melekat dihati yang membuat kita sehat terus,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan, Kwartir Kutim akan melaporkan secara detail laporan pertanggung jawaban. “Target pertama saya, diminta untuk membuat Bumper (Bumi Perkemahan). Alhmadullialah di tahun ke dua, kita bisa memiliki bumper yang luar biasa luasnya 32 hektar di Batu Putih. Memang belum tergarap secara maksimal namun ini menjadi asset kita,” ucap Kasmidi.

Pada 5 tahun terakhir sampai dengan 2021 Kwarcab kutim sudah menyumbang panji keberhasilan pembangunan bagi Kutim. Sebanyak 3 kali terbaik kedua. Dua tahun terakhir 2020-2021 secara berturut-turut Kwarcab Kutim mendapat penghargaan Kwarcab tergiat se Kaltim.

“Tentunya ini prestasi terbaik tingkat provinsi di Kalimantan timur. Kami juga mengucapkan terimakasih banyak kepada Kwarda yang selama ini memberikan arahan kepada Kwarcab Kutim sehingga maksimal Ketika dalam bekerja,” ungkapnya.

Kasmidi mengajak semua peserta agar bermusyawarah dengan baik serta dapat menghasilkan keputusan-keputusan organisasi. Selain itu dirinya berharap gerakan pramuka bisa etap eksis dan tidak adanya perpecahan didalamnya. Mengingat gerakan pramuka adalah kegiatan sosial untuk bangsa dan negara, khususnya Kabupaten Kutai Timur. (Wir)