G-Smart.id – SANGATTA – Vaksinasi mulai menyentuh semua kalangan, tidak hanya pelayan publik saja, namun kini mulai menyasar pada karyawan yang bekerja di perusahaan di Kutai Timur (Kutim).

Silih berganti vaksinasi dilaksanakan, di Sangatta sendiri telah berjalan sejak beberapa bulan lalu. Dosis tersebut mulanya diprioritaskan untuk pejabat daerah hingga pemberi pelayan publik, baik di kalangan pemerintah mauapun instansi vertikal.

Kemudian, tahap selanjutnya mulai menyasar pada pedagang pasar, kalangan lansia hingga kini pada masyarakat luas, termasuk juga karyawan yang berkecimpung di semua sektor. Tidak hanya pekerja tambang batu bara saja, melainkan juga berlaku bagi pegawai perkebunan dan lainnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kutim Bahrani Hassanal menyebut vaksinasi dilaksanakan untuk seluruh masyarakat umum. Termasuk pegawai perusahaan yang dianggap memenuhi syarat.

“Vaksinasi yang dijalankan dinkes semua gratis. Kalau masyarakat Kutim yang memenuhi syarat, biar pun karyawan, ya dianggap masyarakat Kutim juga, maka kami akomodir,” terang dia.

Kendati demikian, hal itu dianggap wajar ketika memenuhi syarat yang berlaku. Terlebih kuota jatah dosis untuk kabupaten ini masih mencukupi dan tidak kekurangan. Bahkan ke depan Kutim dinyatakan masih akan mendapat jatah vaksin tambahan. Sehingga sisa vaksin yang tersedia telah didistribusikan ke kecamatan-kecamatan di luar Sangatta.

“Kami distrbusikan semua ke kecamatan lain, sekitar 1500 dosis, sambil menunggu pasokan vaksin selanjutnya,” imbuhnya.

Namun sebenarnya, kata dia perusahaan harus bisa membeli vaksin sendiri jika ingin memvaksin seluruh karyawannya. Saat ini diperkenankan hanya karena jatah Kutim masih memadai. Jika kebutuhan masyarakat umum meningkat, maka dianjurkan perusahaan untuk melakukan persediaan.

“Karyawan boleh saja saat ini ikut vaksin masal, karena target kami terutama lansia dan juga 50 tahun ke atas masih rendah,” ungkap Bahrani.

Menurut kepala dinas, vaksinasi di kabupaten ini menjadi komitmen pimpinan daerah supaya cepat dilakukan. Agar wabah di daerah lebih mudah mereda. Ia juga mengimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan meski pun telah mengikuti vaksin.

“Vaksin kita memang bertahap datangnya. Tapi bupati dan forkopimda saling berkolaborasi untuk mensukseskan percepatan vaksin di Kutim,” jelas ia.

Penyediaan vaksin di masing-masing perusahaan mesti dilakukan untuk menekan wabah Covid 19. Terlebih, di kabupaten ini klaster perusahaan pernah terjadi. Hingga untuk mencegah itu agar tidak terulang, maka perusahaan mesti inisiatif.

“Untuk karyawan gratis, yang beli perusahaannya. Jatah terserah perusahaan mau beli berapa. Belinya kalau BUMN lewat Biofarma, kalau non BUMN melalui KADIN,” pungkasnya. (ADV/G-S03)