Sangatta, G-Smart.id – Dinas Pertanian (Distan) Kutai Timur (Kutim) telah menyerahkan  Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) bagi kelompok tani asal Kecamatan Bengalon guna meningkatkan produksi hasil pertanian khususnya tanaman padi sawah.

Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang telah berkesempatan hadir dan menyaksikan pemberian alnsintan secara simbolis. Dikatakan bahwa pihaknya mengapresiasi instansi terkait yang sudah pro aktif sehingga banyak mendapat bantuan.

“Kami cukup bangga dan inilah harapan kami semua OPD bisa bekerja dengan maksimal dan menyusun program kerja sesuai dengan visi misi pemerintah,” paparnya saat ditemui sejumlah awak media Selasa (2/11/2021)

Ditambahkan Kadistan Kutim, Dyah Ratnaningrum menuturkan bahwa meskipun hanya memberikan satu kelompok tani saja namun sifatnya mobile artinya kelompok tani lain bisa menggunakan tinggal diatur saja teknis di lapangan.

“Alnsintan merupakan bantuan dari APBN yang diberikan ke Kutim. Semoga capaian produksi petani semakin meningkat,” harapnya.

Diakui, untuk konsumsi beras masyarakat Kutim sebesar 114 kilogram per kapita per tahun. Sehingga jika di kalkulasikan dengan jumlah penduduk Kutim, maka kebutuhan beras mencapai 49.285 ton per tahun atau setara dengan 78.554 ton Gabah Kering Giling (GKG).

“Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kutim memerlukaan sawah produktif sebesar 8.728 hektare sawah. Adapun lahan sawah kita saat ini, rata-rata menghasilkan 4.5 ton per hektare dalam sekali panen. Dalam 1 tahun bisa 2 kali panen,” jelasnya.

Langkah intensifikasi dilakukan agar lahan yang tersedia dapat meningkat produksinya, sambung Dyah. Upaya yang dilakukan, dengan pemanfaatan teknologi pertanian, dukungan bibit, pupuk serta peralatan pertanian.

“Salah satunya, kita akan memaksimalkan petugas lapangan guna memberikan pendampingan kepada para petani kita, agar hasil pertanian mereka bisa lebih meningkat,”ungkapnya.

Selanjutnya, dengan cara rehabilitasi dan pemulihan lahan yang telah rusak agar dapat ditanami kembali. Sesuai data Distan Kutim sampai dengan tahun 2017, ada 8.716 hektare sawah, yang pernah dicetak.

Sampai saat ini, sambung Dyah, yang berfungsi sekitar 3.213 hektare. Terdiri dari sawah irigasi teknis, seluas 1.274 hektare dan sawah irigasi non-teknis seluas 1.929 hektare.

Lebih jauh ia menerangkan, pihaknya akan segera mengintensifkan pemanfaatan bendungan yang ada di tiga Kecamatan di Kutim yang belum maksimal untuk pertanian. (G-S011)