G-Smart.id-Samarinda – Vaksinasi menjadi solusi yang dianggap cukup baik untuk meredam penyebaran wabah Covid-19 yang terus meradang dalam beberapa waktu terakhir. Termasuk yang melanda 10 kabupaten/kota di Kaltim. Contohnya seperti di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), pemerintah setempat terus menggalang kegiatan vaksinasi bagi masyarakat.

Perihal hal itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Salehuddin menyampaikan, vaksinasi ini sangat penting dilakukan. Vaksin ini menurutnya sangat penting sebagai pembentukan herd immunity. Dengan demikian, penularan wabah Covid-19 perlahan dapat diredam dan dikendalikan. Sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal harapannya.

Apalagi, pelaksanaan vaksinasi saat ini bebas biaya atau gratis. Pemerintah pusat sampai pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, telah menyediakan vaksin gratis bagi masyarakat. Artinya, masyarakat tinggal mendaftarkan diri di tempat-tempat pelaksanaan vaksin. Meski saat ini, ketersediaan vaksin memang cukup terbatas.

“Ketersediaan vaksinasi yang terbatas membuat masyarakat yang belum melakukan pengebalan tubuh terhadap virus, tentunya kita minta bersabara dulu. Karena program vaksinasi Covid-19 ini sedang dilaksanakan secara bertahap oleh pemerintah. Tapi yang pasti, vaksin ini penting agar kita semua dapat kembali ke kehidupan yang normal,” kata Salehuddin belum lama ini.

Dia mengapresiasi langkah besar yang diambil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar), yang sudah melaksanakan vaksinasi masyarakat secara besar-besaran dan konsisten dalam beberapa waktu terakhir. Di mana, saat ini, diketahui sudah hampir 60 persen masyarakat Kukar telah mengikuti vaksinasi Covid-19. Menurutnya, tentunya itu langkah yang sangat baik dan patut diacungi jempol.

“Ya, walau stok vaksin yang dimiliki Pemkab Kukar cukup terbatas, tapi saya kira komitmen pemerintah dan masyarakat untuk melaksanakan vaksin sangat baik dan patut diapresiasi. Ya, kalau memang masih ada yang kurang dalam pelaksanaan vaksin ini, saya kira kita harus bisa memahami hal itu. Jadi ini tidak serta merta kesalahan Pemkab Kukar, namun karena ketersediaan vaksinnya juga terbatas,” tuturnya. (ADV/G-S06)