G-Smart.id – Sangatta – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa(RUPS-LB) Sirkuler Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kutai Timur (Kutim) digelar di Hotel Victoria Sangatta, Selasa (18/1/2022 ) secara resmi mengangkat Hj Yulianti sebagai Anggota Komisaris periode 2022-2027. Sedangkan Syahfur diangkat kembali menjadi Komisaris Utama.

Rapat tersebut dihadiri para perwakilan pemegang saham Pemkab Kutim, Bupati Ardiansyah Sulaiman, didampingi Wabup Kasmidi Bulang, Direktur Kepatuhan Bank Kaltim Andi Hadiwijaya, Komisaris Utama Syahfur dan jajaran PT BPR Kutim.

Usai menghadiri RUPS-LB, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan dalam pemilihan anggota Komisaris terdapat dua usulan, yang pertama Hj Yulianti usulan dari Pemkab Kutim dan Sofyan Herman dari Bank Kaltim.

“Hasil dari rapat tadi, kita sepakat memilih dan menetapkan Hj Yulianti sebagai Anggota Komisaris,” ujarnya.

Lebih jauh disampaikan, Pemkab Kutim akan terus mendorong BPR Kutim lebih sehat lagi sehingga nantinya bisa meningkatkan direksi atau komisaris menjadi tiga orang. Selanjutnya disampaikan Pemkab Kutim akan menambah setoran modal sebesar Rp10 Milyar.

“Mudahan-mudahan nanti di APBD Perubahan akan kita putuskan dan diikuti dengan regulasi berupa Perda Penyertaan Modal untuk BPR Kutim,” beber Ardiansyah.

Menurut Ardiansyah, kenapa pihaknya bersemangat karena BPR cukup sehat, satu tahun kemarin jajaran direksi menakhkodai BPR hasilnya luar biasa.

“Dari rugi Rp1.347.745.882 ditahun 2020 menjadi untung sebesar Rp1.608.478.626 ditahun 2021, ini hasil yang luar biasa,” ungkapnya.

Sementara itu Wabup Kasmidi Bulang sangat mendukung direksi BPR saat ini dan dirinya menyampaikan rencananya Pemkab Kutim akan membuat perumahan pagawai yang akan bekerjasama BPKAD, Bank Kaltimtara dan pengembang.

“Nanti bisa koordinasinya dengan BPR, dan BPR berkoordinasi dengan bagian penggajian di BPKAD, untuk formulasinya nanti kita bicarakan bersama-sama,” kata Kasmidi.

Sehingga nantinya bisa meningkatkan asset di BPR karena calon krediturnya sudah pasti ada yaitu para pegawai. Selanjutnya dirinya meminta untuk menambah unit-unit BPR di Kecamatan.

“Saya pikir ini yang menjadi kredit poin kita sehingga sudah ada saldo, karena ada pelayanan yang kita bentuk di Kecamatan,” ujarnya.

Dirinya juga meminta agar BPR lebih mempermudah masyarakat dalam pengajuan pinjaman kredit lunak biar masyarakat merasa memiliki, apalagi Pemkab Kutim pemegang saham terbesar.

“Jangan sampai pemegang saham terbesar tapi tidak berdampak lurus terhadap masyarakat, karena tujuan kita agar bagaimana perekonomian masyarakat bisa diatasi. Apalagi dimasa pandemi covid, sangatlah bijak kita bisa membuka peluang modal usaha kepada masyarakat,” harap Wabup. (G-S02)

Spread the love