G-Smart.id- Balikpapan- Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo kembali menyelenggarakan kegiatan reses di Kelurahan Sungai nangka, Kecamatan Balikpapan Selatan Balikpapan. Kamis (7/7).

Reses berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat sesuai dengan anjuran pemerintah. Seperti penggunaan masker, hand sanitizer, serta pengecekan suhu tubuh. Jumlah peserta kegiatan pun dibatasi.

Legislator Dapil Balikpapan itu mengaku bahwa dirinya siap memperjuangkan ketersediaan air bersih dan pendidikan untuk warga, mengingat ia banyak mendengar keluhan warga terkait masalah air PDAM dan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Balikpapan.

Hal ini ditandai dengan persoalan air bersih yang kini belum optimal tertangani. Menurutnya, masalah air memang menjadi persoalan klasik di Kota Minyak tersebut.

“Saya akan berkordinasi dengan Direktur PDAM Balikpapan, saya minta bantu sekaligus solusi agar warga kita di Sungai Nangka ini bisa ditanggani. Kebetulan saya sering berkomunikasi dengan beliau,” ujarnya Saat dikonfirmasi Via WhatshaAp Senin (12/7).

Selanjutnya, terkait permasalahan PPDB, Sigit juga sudah koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, terutama guna menangani permasalahan PPDB SMA/SMK Balikpapan.

Sigit mengungkapkan jika permasalahan ini bermula karena minimnya daya tampung sekolah negeri di Balikpapan yang hanya 48 persen dari total lulusan SMP di Balikpapan.

“Untuk itu, penting kiranya kita membuka sekolah baru di Balikpapan. Tahun ini, salah satunya, kami di DPRD Kaltim sudah menganggarkan pembangunan SMKN 7 Balikpapan. Ini diharapkan bisa mengurangi persoalan PPDB di Kota Balikpapan,” kata Ketua DPW PAN Kaltim tersebut.

Dalam kesempatan serupa, tokoh masyarakat Kelurahan Sungai Nangka H Fachruddin berharap dengan adanya reses kali ini dapat menjadi solusi atas keluhan masyarakat di lingkungannya.

Selain itu, dirinya menyayangkan jika masalah PPDB terus berulang tiap tahun. Menurutnya, penerapan sistem PPDB dirasa kurang adil, ditambah permasalahan air PDAM juga ia keluhkan belum ada tindaklanjut dari instansi terkait.

“Salah satu contohnya, warga kami yang dekat sekolah tapi anaknya tidak masuk dalam zonasi sehingga binggung bersekolah. Selain terkait PDAM, warga banyak mengeluh sudah mendaftar sampai sekarang belum ada pemasangan dari pihak PDAM,” tutupnya. (ADV/G-S05).