Sangatta, G-Smart. id – Ketua dan Pengurus Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) periode 2021-2024 resmi dilantik open Ketua KNPI Provinsi Kaltim Arief Rahman Hakim.

Fellysianus Lung secara definitif, mengemban tugas untuk membesarkan organisasi pemuda di Kutim. Bersama Sekretaris Khairuddin dan Bendahara Sofyan serta 470 anggota lainnya. Pelantikan tersebut sekaligus dirangkai dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD KNPI Kutim.

Prosesi pelantikan turut disaksikan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Kasmidi Bulang, Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) I Komang Nurhadi, Dandim 0909/Kutim Letkol CZI Heru Aprianto, Anggota DPRD Kutim Ramadhani dan undangan lainnya, di ruang Akasia, Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Rabu (10/11/2021).

Usai pelantikan pengurus KNPI Kutim itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat membuka Rakerda DPD KNPI Kutim mengatakan, pemuda saat ini adalah pemimpin yang dipersiapkan untuk masa depan. Maka dari itu, pemuda-pemuda sekarang harus siap mengambil tampuk kepemimpinan bila tiba saatnya nanti.

“Pemuda memiliki peran penting dalam estafet kepemimpinan daerah. Sehingga harus memiliki jiwa juang dan semangat membangun yang tinggi,” kata orang nomor satu di Pemkab Kutim tersebut.

Lebih lanjut Ardiansyah menambahkan, pemuda harus bersiap sejak dini, supaya siap ketika mendapat kesempatan memegang kepemimpinan. Sehingga bisa memberikan kontribusi perubahan dan membangun segala aspek yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Pemuda, yakinkan pada diri kita masing-masing bahwa kita adalah (bagian) estafet kepemimpinan,” ujarnya.

Terakhir Ardiansyah mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus. Dia berharap sinergi yang telah tercipta selama ini terus ditingkatkan. Demi merealisasikan visi misi pembangunan “Menata Kutai Timur Sejahtera Untuk Semua”.

Semenatara itu, Ketua KNPI Kutim Felly Lung menjelaskan bahwa pemuda bukan hanya “human resources” (sumber daya manusia) tetapi sudah menjelma sebagai “human development” (pengembang sumber daya manusia). Pemuda juga tak lagi disebut sebagai “human capital” (modal utama manusia), tetapi sekarang harus disebut “social capital” (modal sosial).

“Jika ada seribu pemuda, maka pastikan salah satunya itu saya. Jika ada 100 pemuda maka pastikan salah satunya itu aku, jika ada satu-satunya pemuda maka pastikan itu aku KNPI Kutai Timur,” tegas Felly yang diikuti oleh seluruh anggota KNPI Kutim. (G-S04)