SANGATTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur menargetkan realisasi serapan anggaran dapat mencapai lebih dari 80 persen pada akhir Desember 2025. Meski begitu, hingga akhir Oktober lalu progres penyerapan masih berlangsung bertahap.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, menyampaikan bahwa peningkatan sudah terlihat, namun secara keseluruhan realisasi anggaran belum optimal.
“Ada peningkatan, tapi masih berproses. Realisasi penyerapan memang belum maksimal,” ujarnya.

Noviari menjelaskan, kendala utama keterlambatan penyerapan anggaran adalah proses pengadaan barang dan jasa yang menggunakan sistem elektronik. Sistem tersebut kerap melambat karena tingginya jumlah pengguna dalam waktu bersamaan.
“Sistemnya kan dikroyoki, makanya jadi lemot,” jelasnya.

Menurutnya, permasalahan ini bukan yang pertama kali terjadi. Hal serupa sudah beberapa kali dialami pada tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, Pemkab Kutim berencana melakukan evaluasi dan memperbaiki pola kerja pada tahun anggaran mendatang.

Untuk tahun 2025, Pemkab Kutim akan mendorong percepatan sejak awal tahun agar tidak terjadi penumpukan kegiatan di akhir.
“Kita akan dorong di awal-awal. Januari–Februari itu kegiatan sudah harus berjalan,” kata Noviari.

Ia menambahkan, tahun sebelumnya Pemkab sempat terhambat oleh efisiensi anggaran, pergeseran program, dan sejumlah penyesuaian yang berdampak pada keterlambatan realisasi. Namun, program prioritas yang menjadi misi Bupati tetap menjadi pegangan utama.

“Misi dan program unggulan Pak Bupati tetap menjadi prioritas. Walau anggaran berkurang karena pengisian TKD, program-program tersebut tetap kita upayakan berjalan,” tegasnya. (ADV/Bung TJ)

Loading