G-Smart.id – SANGATTA – Jembatan penyebrangan yang menghubungkan dua kecamatan, yakni Sangatta Selatan dan Sangatta Utara telah dinantikan warga selama 20 tahun lamanya, telah diresmikan pada 14 April 2021 lalu.

Hanya saja, dengan peresmian jembatan itu tidak cukup menyenangkan semua pihak. Seperti diketahui, selama puluhan tahun itu, untuk menghubungkan dua kecamatan sentral di Kutai Timur (Kutim) itu menggunakan moda transportasi tradisional yang disebut ponton.

Petugas kapal ponton menyayangkan rencana peresmian yang tidak terlebih dahulu menyambangi mereka. Pasalnya, dengan diresmikannya jembatan sepanjang 50 meter itu membuat transportasi kayu itu tidak lagi dapat beroperasi dan harus kehilangan pendapatan.

Menanggapi keluhan itu, Wakil Bupati Kutim mengatakan jika ke depan, ponton-ponton itu akan diberdayakan agar moda transportasi cirikhas Sangatta tersebut tetap ada. Rencananya, seluruh ponton akan dicat warna-warni dan diberi penerangan agar menarik minat pengunjung, bahkan ke depan akan dibuat restoran terapung.

“InsyaAllah setelah lebaran kita cat pontonnya, ya sekaligus dengan pengecatan pemukiman di bantaran sungai. Supaya jadi kampung warna-warni dan jadi icon baru di Sangatta,” tutur mantan wakil rakyat itu.

Wacana pembuatan restoran di atas air itu telah dibahas bersama anggota DPRD Kutim yakni Sayid Anjas. Bahkan, untuk pengembangan wisata tersebut akan melibatkan dinas terkait, yaitu Dispar sebagai leading sektor serta bersinergi dengan sejumlah hotel di Sangatta.

“Kemudian nanti setiap pengunjung hotel akan dijamu dengan sarapan di atas ponton, rencananya seperti itu. Kami sudah bahas bersama Sayid Anjas,” terang ia.

Ponton moda transportasi air tradisional kota Sangatta

Wisata sungai ini, menurutnya akan terlebih dahulu diperindah, tidak itu saja keamanan juga akan diperhatikan terlebih dahulu sebelum diimplementasikan.

“Kita mulai dengan Hotel Kutai Permai dulu. Kita perbaiki semuanya, supaya nilai estetika dan keamanannya terjamin. Hingga pengunjung hotel bisa makan sambil menyusuri sungai ini,” tambah KB.

Selain itu, lanjutnya, saat ini Dispar tengah melakukan pengecekkan setiap rumah di bantaran sungai. Hingga selanjutnya akan dilakukan tindakan dengan menunggu anggaran dari CSR.

“Dispar lagi mengecek rumah-rumah disini, supaya kita bisa menentukan berapa jumlah cat yang dibutuhkan. Anggarannya belum tahu berapa, tapi kita menunggu dari CSR,” tandasnya.

Menurut ia, dengan diresmikannya jembatan ini dapat mendongkrak perekonomian warga. Tidak hanya itu, akses penghubung ini dapat memudahkan segala urusan masyarakat yang selama ini cukup memakan waktu.

“Alhamdulillah, kalau ada jembatan ini bisa lebih mudah. Mobil tidak perlu menempuh jarak jauh lagi, sekarang akses lebih dekat dan cepat. Kita juga sudah berkoordinasi dengan salah satu produk cat yang akan kita pakai,” ungkapnya.

Hingga saat ini, kawasan jembatan telah dipercantik dengan lampu warna-warni yang menyala di malam hari. (ADV/G-S03)