SANGATTA – Menjelang akhir pekan, suasana di Wisma Prima Swargabara, Sangatta Utara, mulai dipersiapkan menyambut para jurnalis dari berbagai media di Kutai Timur (Kutim). Sabtu, (27/6/2026), gedung sederhana di samping Radio GWP itu akan menjadi saksi perjalanan baru Aliansi Jurnalis Kutai Timur (AJKT) melalui Musyawarah Besar (Mubes) 2026.
Bagi sebagian orang, Mubes mungkin hanya dipandang sebagai agenda rutin memilih ketua organisasi. Namun, bagi para insan pers yang selama ini bernaung di AJKT, forum tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar. Di sanalah berbagai gagasan dipertemukan, perjalanan organisasi dievaluasi, dan harapan tentang masa depan jurnalisme lokal dirumuskan bersama.
Di tengah perubahan lanskap media yang semakin cepat akibat perkembangan teknologi digital, organisasi profesi seperti AJKT dituntut tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga mampu menjadi ruang belajar, berdiskusi, hingga saling menguatkan antarjurnalis.
Panitia pelaksana pun memastikan seluruh persiapan telah memasuki tahap akhir. Mulai dari penataan ruang sidang, administrasi peserta, hingga mekanisme persidangan dipastikan siap agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan demokratis.
Ketua Panitia Mubes, Dirhan, mengatakan forum tersebut merupakan momentum penting untuk memperkuat organisasi sekaligus memastikan proses regenerasi kepemimpinan berlangsung dengan baik.
“Seluruh persiapan terus kami matangkan. Mubes ini bukan hanya agenda memilih ketua baru, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi sekaligus evaluasi perjalanan organisasi selama dua tahun terakhir. Harapannya, seluruh anggota dapat hadir dan bersama-sama membangun AJKT yang semakin solid serta profesional,” ujarnya.
Menurutnya, pergantian kepemimpinan bukan sekadar pergantian figur, melainkan proses alami dalam menjaga organisasi tetap hidup dan relevan terhadap perkembangan zaman.
Karena itu, sosok pemimpin yang akan lahir dari Mubes diharapkan mampu membawa semangat kebersamaan, memiliki visi yang jelas, sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan yang kini dihadapi dunia pers.
Tak hanya memilih ketua, forum tersebut juga akan membahas laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, menerima berbagai masukan dari anggota, hingga menyusun rekomendasi yang akan menjadi arah kebijakan organisasi untuk dua tahun mendatang.
Sejumlah anggota AJKT menyambut pelaksanaan Mubes dengan optimistis. Mereka berharap seluruh proses berlangsung secara terbuka, menjunjung tinggi musyawarah, dan menghasilkan keputusan yang benar-benar mencerminkan aspirasi bersama.
Harapan itu bukan tanpa alasan. Di tengah derasnya arus informasi digital, meningkatnya tuntutan profesionalisme, serta tantangan menjaga independensi media, organisasi wartawan memiliki peran penting dalam memperkuat kompetensi sekaligus menjaga etika profesi.
AJKT pun diharapkan terus berkembang sebagai rumah bersama para jurnalis di Kutim. Bukan hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai organisasi yang mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, memperluas jejaring, serta menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah melalui penyajian informasi yang akurat dan berimbang.
Mubes 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar pergantian kepemimpinan. Ia adalah penanda bahwa solidaritas para wartawan terus dijaga, regenerasi terus berjalan, dan komitmen untuk menghadirkan jurnalisme yang profesional tetap menyala di tengah perubahan zaman. (*/AJKT)

![]()



