SANGATTA- Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menargetakan sebanyak 1000 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bakal mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta pengembangan produk. Hal itu di sampaikan oleh Kepala dinas Koperasi dan UKM melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mirko , Pasombaran kepada awak media diruang kerjanya.

“Target itu (1000) sudah kami mulai sejak tahun 2020 lalu, dan secara bertahap sudah bisa kami realisasaikan,” ujarnya.

Sedangkan untuk tahun ini, sambung Pasombaran, pihaknya menargetkan 400 pelaku UMKM akan mendapatkan pelatihan, mulia dari pelatihan akutansi dasar, pemasaran, promosi hingga pelatihan pengemasan agar lebih menarik minat konsumen sehingga memiliki daya saing dengan produk dari daerah lain.

“pelatihan tidak hanya menyasar kepada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) saja, namun juga kami memberikan fasilitas kepada para pelaku UMKM terkait perijinan yang juga menjadi upaya kita agar produk bisa naik kelas,”imbuhnya.

Adapun perijinan yang dimaskud, sambung Pasombaran meliputi, Nomor Induk berusaha (NIB), Izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), izin kesehatan serta pengurusan sertifikat halal bagi produk makanan olahan, termasuk memfasilitasi para pelaku UMKM yang belum memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

“Jadi tidak hanya dari segi kualitas saja yang kita terus dorong, namun secara legalitas kita juga akan terus kita tingkatkan,” ucap Pasombaran. (ADV/G-S08)

Loading