G-Smart.id – Samarinda- Ketua umum terpilih Pengurus Besar Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Maya Muizatil Lutfillah silaturahmi dengan Ketua Umum PB IKA PMII Akhmad Muqowam didampingi Bendahara Umum Sudarto, Rabu (31/03) di rumah Ketua IKA PMII mengatakan.

Dalam pertemuan tersebut Akhmad Muqowam berpesan kader PMII harus mengutamakan pemikiran keilmuan dan pendidikan karena menghadapi pengeroposan islam, tidak cukup hanya dengan study agama akan tetapi segala bidang ilmu harus di kuasai, konfigurasi kampus umum juga harus diperhatikan.

Ditambahkannya Kader Kopri PMII jangan berpihak pada golongan tertentu dan mengalir saja, sesungguhnya berproses itu berani membuka ruang untuk hal yang lebih umum sehingga keberadaan KOPRI PMII bisa di terima di masyarakat luas.

“Penguatan kemandirian ekonomi di masyarakat juga harus dilakukan,” ujar Muqowam.

Sementara itu Maya Muizatil Lutfillah yang biasa disapa Maya menyampaikan beberapa point yang memang menjadi fokus KOPRI PB PMII kedepan harus menyentuh dua prinsip yakni Kopri yang mandiri dan Kopri yang maju,”kata maya saat dikonfirmasi Via WhatsApp Rabu (31/3).

Dikatakannya mengimplementasikan dua hal prinsip itu dibutuhkan langkah- langkah strategis, misalnya, seluruh program kaderisasi Kopri PMII difokuskan pada penajaman analisis kader Kopri sebagai seorang perempuan, bagaimana dia harus bersikap, bagaimana dia harus memecahkan masalah-masalah keperempuanan dan masalah kebangsaan lain.

“Saya akan mengoptimalkan Kopri PMII agar mau ikut terlibat memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi terutama mendorong mereka agar dalam pengunaan IT tersebut memiliki nilai ekonomi untuk Kopri,” ujar maya.

Lebih Jauh Maya Muizatil Lutfillah mengatakan masih banyak cara jitu agar Kopri PMII dapat hidup secara mandiri tanpa meninggalkan tugas dia sebagai pencari ilmu di perguruan tinggi.

“Lajunya arus modernitas membuat negara berada pada posisi emergency. Kopri PMII sebagai lembaga semi otonom yang bergerak mengusung isu-isu perempuan dengan berkeadilan gender harus memiliki sinergitas dengan realitas yang begitu usang ini,”jelas Maya.

“Sebagai organisasi yang peduli terhadap berbagai perosalan kemanusiaan dan peradaban, Kopri PMII tak boleh tutup mata terkait isu perempuan yang terjadi,”Tutupnya.(G-S05).