Sangatta, G-Smart.id – Di tengah transformasi digital yang berjalan dengan cepat, pemerintah terus membangun konektivitas melalui pembangunan infrastruktur jaringan. Konektivitas yang merata merupakan salah satu syarat untuk mewujudkan “Indonesia Merdeka Sinyal”.

Tak terkecuali di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), “Merdeka Sinyal” merupakan program prioritas pembangunan dalam visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kutim yaitu mewujudkan Pelayanan Dasar Bagi Masyarakat Secara Proporsional dan Merata.

Disampaikan oleh Kepala Dinas Kominfo Perstik Kutim Ery Mulyadi saat menghadiri acara penutupan ujian sertifikasi wartawan di Hotel Royal Victoria, Minggu (14/11/2021) melalui program prioritas “Merdeka Sinyal” dirinya siap mewujudkan itu.

Ery mengatakan, dari 139 desa yang ada di Kutim, saat ini baru 102 desa yang terjangkau oleh jaringan internet atau baru 74 persen. Masih ada kurang lebih 37 desa yang masih blankspot atau sekitar 26 persen.

“Sesuai dengan program prioritas yang telah ditetapkan oleh Bupati dan Wakil Bupati, ini harus dilaksanakan,” ujarnya.

Lebih lanjut Ery menjelaskan, bahwa program itu tentunya akan dilaksanakan secara bertahap. Sesuai target yang diberikan Bupati dan Wakil Bupati, tahun 2022 seluruh desa yang tersebar di 18 Kecamatan sudah harus terjangkau layanan jaringan internet.

“Jadi targetnya 2022 nanti, semua desa di Kutim bisa terjangkau internet,”tutupnya. (G-S04)

Loading