
SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mencicipi beragam hidangan berbahan dasar ikan dalam lomba memasak serba ikan yang digelar Dinas Perikanan bersama TP PKK Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Minggu (11/10/2026).
Di sela kegiatan, Ardiansyah tampak menikmati sajian yang dihidangkan peserta dari masing-masing kecamatan. Didampingi istrinya, Siti Robiah, Bupati terlihat mencicipi satu per satu menu yang disajikan di meja peserta. Beragam kreasi olahan ikan tersebut menunjukkan kreativitas peserta dalam mengolah bahan pangan menjadi hidangan yang menarik dan menggugah selera.
Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi bersama istrinya, Masriati, serta jajaran pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kutim.
Dalam lomba tersebut, peserta menghadirkan tiga kategori menu, yakni menu keluarga, kudapan, dan makanan untuk balita. Ketiga kategori ini memberikan ruang bagi peserta untuk menampilkan kemampuan mengolah ikan menjadi sajian yang sesuai dengan kebutuhan konsumsi sehari-hari, mulai dari hidangan utama keluarga hingga makanan selingan dan menu bagi anak usia dini.
Pada kategori menu keluarga, peserta ditantang menyajikan olahan ikan yang dapat menjadi pilihan hidangan di rumah. Sementara kategori kudapan menampilkan kreativitas dalam mengolah ikan menjadi makanan selingan dengan bentuk dan penyajian yang beragam. Adapun kategori makanan balita menitikberatkan pada pengolahan ikan sebagai bahan pangan yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak sejak dini.
Keikutsertaan perwakilan kecamatan dalam kegiatan ini sekaligus memperlihatkan potensi ikan sebagai bahan pangan yang dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan. Tidak hanya disajikan dalam bentuk masakan sehari-hari, ikan juga bisa dikembangkan menjadi kudapan maupun menu yang disesuaikan dengan kebutuhan kelompok usia tertentu.
Melalui lomba memasak serba ikan ini, Dinas Perikanan dan TP PKK Kutim mendorong kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan hasil perikanan sekaligus memperluas pilihan menu berbahan ikan di lingkungan keluarga. Pengolahan yang beragam diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mengonsumsi ikan sebagai salah satu sumber protein.
Kegiatan tersebut juga menjadi ajang bagi setiap kecamatan untuk menunjukkan kemampuan dan inovasi dalam mengolah bahan pangan lokal. Selain menjadi bagian dari kompetisi, lomba ini dapat memperkenalkan ragam kreasi kuliner berbahan dasar ikan yang berpotensi dikembangkan lebih luas di tengah masyarakat. (ADV/TJ)
![]()



