
Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengatakan Ritual Pelas Benua memiliki makna penting dalam menjaga nilai-nilai adat dan spiritual masyarakat, sekaligus menjadi simbol permohonan keselamatan serta perlindungan wilayah dari bencana. Ritual tersebut digelar di Sekretariat Pemangku Adat Istiadat Kutim, Jalan Ringroad RT 066, Kecamatan Sangatta Utara, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah undangan lainnya.
Ardiansyah menjelaskan, Pelas Benua tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian pesta adat Erau, tetapi juga mengandung filosofi penyucian jiwa, lingkungan, dan wilayah secara menyeluruh. Melalui prosesi adat tersebut, masyarakat diharapkan senantiasa memperoleh keselamatan, ketenteraman, dan perlindungan.
Prosesi ritual diawali dengan tepung tawar yang diiringi doa-doa oleh para pemangku dan ketua adat. Doa tersebut dipanjatkan sebagai bentuk permohonan agar masyarakat Kutim senantiasa hidup dalam suasana aman dan damai.
“Karena namanya Pelas Benua, kita mengambil beberapa titik di tempat tertentu saja, seperti di Kantor Bupati, Kantor DPRD dan Patung Singa,” ujar Ardiansyah.
Ia menerangkan, dalam tata cara tradisi aslinya, pembersihan wilayah biasanya dilakukan dengan menjangkau empat penjuru. Namun, dalam pelaksanaan kali ini, titik-titik ritual disesuaikan dengan mempertimbangkan kemudahan bagi majelis adat dalam menjalankan prosesi.
Menurutnya, penyesuaian lokasi tersebut tidak mengurangi makna utama ritual, yakni sebagai simbol penyucian wilayah sekaligus ikhtiar spiritual untuk memohon keselamatan bagi seluruh masyarakat Kutim.
“Tujuan utamanya adalah membersihkan kotoran, menyucikan jiwa, serta menjadi simbolisasi perlindungan wilayah dari bencana,” pungkasnya.
Melalui pelaksanaan Ritual Pelas Benua, nilai-nilai adat dan budaya diharapkan terus terpelihara serta menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kutai Timur, khususnya dalam memperkuat kebersamaan dan menghormati warisan leluhur. (ADV/IR)
![]()



