SANGATTA- Pengembangan buah nanas yang saat ini dilakukan oleh warga Desa Himba Lestari Kecamatan Batu Ampar secara perlahan mulai membuahkan hasil dan mampu menjadi salah satu komoditas unggulan baru di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang kini banyak diminati tidak hanya di tingkat lokal, namun sudah mulai merambah di pasar regional.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP Kutim) Dyah Ratnaningrum melalui Kepala Bidang Holtikultura Wahyudi Noor mengatakan, secara eksisting pengembangan budidaya buah nanas di lahan seluas 120 hektare masih di lakukan secara mandiri, mulai dari perawatan, pemberian pupuk termasuk pengolahan pasca panen.

“Melihat potensinya ini sangat luar biasa, pemerintah hadir untuk membantu mengembangkan buah nanas ini agar menjadi salah satu komoditas unggulan baru di Kabupaten Kutim,”ujarnya.

Sebagai langkah awal, pemerintah memberikan bantuan pupuk sebanyak 20 ton kepada para petani yang tergabung dalam 5 kelompok tani (Poktan), TSP 10 ton, termasuk pemberian alat bantu berupa mini track yang bisa di gunakan untuk mengangkut hasil panen, mengakut bibit nanas sehingga memudahkan para petani dan mengurangi biaya produksi.

“Mereka (petani) sudah bersepakat untuk terus mengembangkan buah nanas ini, namun, selama ini kan masih di jual dalam bentuk buah, yah, meskipun sudah mampu mengisi pasar lokal dan regional, kita ingin buah ini memiliki nilai tambah, makanya kami arahkan untuk memberikan pelatihan untuk pengolahan produk turunan buah nanas,” bebernya.

Pelatihan yang dimaksud, yakni memberikan pemahaman sekaligus praktek terkait pengolahan buah dengan nama latin Ananas comosus untuk diolah menjadi berbagai produk tururnan yang memiliki nilai jual lebih sehingga memberikan peluang bagi para petani untuk mampu meningkatkan taraf ekonomi.

‘Kami menggandeng dari akademisi Universitas Mulawarman, untuk produk turunanya sudah ada beberapa yang bisa dihasilkan, diantara selai,jus dan smoothie, ” ucap Yudi.

Meskipun saat ini pengolahan produk turunan buah nanasa masih terfokus untuk warga di desa Himba Lesatari, namun, tidak menutup kemungkinan, masyarakat di daerah lain di sekitar Kecamatan Batu Ampar akan dilibatkan untuk bersama-sama mengembangkan yang berasal dari Amerika Selatan ini. (ADV/G-S08)

Loading