Sangatta – Penguatan kompetensi wartawan dan solidaritas organisasi menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) dalam menghadapi tantangan jurnalistik di era digital. Pers dituntut tidak hanya cepat menyampaikan informasi, tetapi juga mampu menjaga akurasi, independensi, dan kepercayaan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim, Ronny Bonar H. Siburian, saat mewakili Bupati Kutai Timur pada Konferensi Kabupaten (Konferkab) III Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutim, Sabtu (10/10/2026) di ruang Damar Gedung Serba Guna Bukit Pelangi.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Ronny menyebut pers memiliki peran penting dalam mencerdaskan masyarakat sekaligus mengawal pelaksanaan pembangunan. Oleh karena itu, profesionalisme dan kualitas pemberitaan harus terus diperkuat seiring perkembangan teknologi informasi.

“Di tengah derasnya arus informasi dan pesatnya perkembangan teknologi digital, tantangan jurnalistik tidak lagi sebatas kecepatan menyampaikan berita, tetapi juga memastikan kebenaran dan keakuratan informasi yang dipublikasikan,” ujar Ronny.

Ia mengatakan, Pemkab Kutim menempatkan pers sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi pembangunan, menjembatani aspirasi masyarakat, serta memperluas akses publik terhadap informasi kebijakan pemerintah.

Namun, hubungan kemitraan tersebut harus tetap berjalan dengan menghormati independensi masing-masing pihak. Pemerintah perlu menjamin keterbukaan informasi, sementara insan pers tetap menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional dan berpedoman pada kode etik.

Ronny menegaskan, kemitraan antara pemerintah dan media bukan berarti membatasi ruang kritik. Sebaliknya, pemberitaan yang objektif dan kritik konstruktif dibutuhkan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Tantangan lainnya adalah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin banyak dimanfaatkan dalam pekerjaan jurnalistik. Meski dapat membantu proses produksi berita, penggunaannya tetap harus disertai verifikasi fakta, ketelitian, dan tanggung jawab wartawan.

Informasi yang berkembang di tengah masyarakat, terutama yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, perlu dikonfirmasi kepada sumber yang kredibel sebelum dipublikasikan.

Selain peningkatan kualitas jurnalistik, Ronny mengajak anggota PWI Kutim menjaga kekompakan dan mengutamakan musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan pandangan. Ia berharap kepengurusan mendatang mampu merangkul seluruh anggota serta menghasilkan program kerja yang relevan dengan kebutuhan wartawan.

Sementara itu, Ketua PWI Kutim Wardi menyampaikan bahwa organisasinya saat ini memiliki sekitar 51 anggota dengan tingkat kompetensi yang beragam. Menurutnya, peningkatan jenjang kompetensi melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) perlu terus didorong untuk memperkuat kualitas wartawan di daerah.

Ia menyebut sekitar 11 anggota telah memiliki kompetensi tingkat utama dan sekitar 13 anggota berada pada tingkat madya. Anggota lainnya berada pada tingkat muda, sementara sebagian belum mengikuti UKW.

Wardi berharap Konferkab III menjadi momentum untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus mendorong anggota meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan, dari tingkat muda hingga madya dan utama.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat kekeluargaan agar hasil konferensi dapat ditindaklanjuti melalui program kerja yang bermanfaat bagi organisasi dan seluruh anggota.

Konferkab III PWI Kutim turut dihadiri Bendahara PWI Kalimantan Timur Muhammad Heldiyanur, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Daerah PWI Kaltim Wiwid Marhaendra Wijaya, Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kutim Fantriansyah, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta insan pers di Kutim

Melalui konferensi tersebut, diharapkan PWI Kutim semakin solid dan mampu melahirkan wartawan yang kompeten, berintegritas, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa mengabaikan prinsip dasar jurnalistik. (ADV/DS)

Loading