SANGATTA – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) membutuhkan pelaksanaan program yang mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat desa. Hal ini penting agar upaya pencegahan dan penanganan dapat disesuaikan dengan kebutuhan keluarga di masing-masing wilayah.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah menetapkan pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) periode 2025–2028 melalui Surat Keputusan Bupati Kutai Timur.

Keberadaan TPPS diharapkan dapat mendukung koordinasi pelaksanaan program sehingga upaya penanganan stunting tidak hanya terpusat pada tingkat kabupaten, tetapi juga memperhatikan kondisi masyarakat di lapangan.

Desa menjadi salah satu wilayah penting dalam pelaksanaan berbagai program yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, serta peningkatan kesadaran keluarga mengenai tumbuh kembang anak.

Di tingkat masyarakat, upaya pencegahan stunting dapat diperkuat melalui edukasi mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan, pemantauan pertumbuhan anak, pemenuhan kebutuhan gizi, serta penerapan pola asuh yang mendukung perkembangan anak.

Peran kader kesehatan dan masyarakat juga penting dalam membantu menyampaikan informasi mengenai pelayanan yang tersedia. Dengan komunikasi yang baik, keluarga diharapkan dapat mengetahui langkah pencegahan yang perlu dilakukan serta memanfaatkan layanan kesehatan sesuai kebutuhan.

Selain edukasi, pelaksanaan program perlu didukung pendataan yang akurat. Informasi mengenai kondisi ibu, anak, dan keluarga sasaran dapat membantu pemerintah menentukan prioritas intervensi secara lebih tepat.

Koordinasi antara pemerintah daerah dan unsur pelaksana di tingkat bawah juga diperlukan untuk mengidentifikasi kendala yang mungkin dihadapi masyarakat. Dengan demikian, penanganan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada kebutuhan nyata keluarga sasaran.

Melalui penguatan koordinasi TPPS periode 2025–2028, upaya percepatan penurunan stunting di Kutim diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Keberhasilan upaya tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk keluarga sebagai lingkungan pertama bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. (ADV/TJ)

Loading