Sangatta – Peran orang tua dinilai semakin penting dalam melindungi anak dari berbagai risiko di ruang digital, termasuk cyberbullying. Kemajuan teknologi yang membuka banyak peluang bagi anak juga perlu diimbangi dengan pendampingan, komunikasi, dan penguatan karakter di lingkungan keluarga.

Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar Parenting yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Senin (7/9/2026).

Mengusung tema “Bijak Berselancar, Kuat Berpijak: Lindungi Anak dari Cyberbullying, Perkuat Ketahanan di Dunia Nyata”, seminar berlangsung di Ruang Rapat Diskominfo Staper Kutim dan diikuti pengurus serta anggota DWP perangkat daerah se-Kutim secara luring maupun daring.

Penasehat DWP Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H. Siburian, mengatakan perkembangan teknologi tidak dapat dihindari sehingga pendekatan yang dibutuhkan bukan sekadar melarang anak menggunakan teknologi, tetapi memastikan mereka mendapatkan pendampingan yang tepat.

“Menjadi orang tua bukan hanya mendidik, tetapi juga belajar dan tumbuh bersama anak melalui komunikasi,” ujar Ronny.

Menurutnya, setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, komunikasi yang terbuka perlu dibangun agar orang tua dapat memahami kondisi anak sekaligus mengetahui lebih dini jika terjadi perubahan perilaku atau persoalan yang dihadapi.

Ronny juga mengingatkan perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), memiliki manfaat sekaligus risiko. Pemanfaatannya harus dibarengi pengetahuan dan pengawasan agar teknologi benar-benar memberikan dampak positif bagi anak.

Sementara itu, Ketua Bidang Pendidikan DWP Kutim, Lely Yusniar Noviary, menegaskan keluarga harus menjadi tempat yang aman bagi anak untuk bercerita. Menurutnya, dampak cyberbullying tidak hanya berkaitan dengan aktivitas di media sosial, tetapi dapat memengaruhi kepercayaan diri, kondisi psikologis, dan perkembangan anak.

“Keberadaan keluarga harus menjadi ruang yang aman bagi anak untuk bercerita, bertanya, dan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, baik di dunia digital maupun dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ketua DWP Diskominfo Staper Kutim, Ny. Nurahmi Asmalia Ronny Bonar, mengatakan seminar tersebut merupakan bagian dari program kerja Bidang Pendidikan sekaligus bentuk kepedulian terhadap perlindungan dan tumbuh kembang anak di era digital.

Ia berharap edukasi yang diberikan tidak berhenti di ruang seminar, tetapi diterapkan dalam keluarga dan dapat diteruskan kepada lingkungan masyarakat.

Seminar menghadirkan Nurika Nugraheni, Sekretaris Pokja I TP PKK Kabupaten Kutai Timur, sebagai narasumber. Melalui kegiatan ini, DWP Diskominfo Staper Kutim mendorong orang tua menjadi pendamping aktif yang mampu mengarahkan anak menggunakan teknologi secara sehat, aman, dan bertanggung jawab.

Penguatan komunikasi keluarga, literasi digital, serta pendidikan karakter diharapkan menjadi benteng bagi anak agar mampu menghadapi tantangan dunia maya sekaligus tetap memiliki pijakan kuat dalam kehidupan nyata. (Ml)

Loading