Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia lokal melalui pelatihan berbasis kompetensi. Hal itu ditandai dengan dibukanya pelatihan kerja tahap kedua di Balai Latihan Kerja (BLK) Mandiri, Jalan Sidodadi, Kelurahan Teluk Lingga, Senin (6/7/2026).

Pelatihan yang meliputi kejuruan operator ekskavator, administrasi perkantoran dan instalasi listrik tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Prosesi pembukaan ditandai dengan penyematan atribut kepada perwakilan peserta sebagai simbol dimulainya kegiatan.

Turut hadir Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulisman, Kepala BLK Syahid Siliwangi, serta perwakilan perusahaan tambang, perhotelan dan sejumlah pemangku kepentingan.

Dalam sambutannya, Ardiansyah menegaskan bahwa pelatihan vokasi merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menciptakan tenaga kerja yang siap bersaing dan mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM agar masyarakat lokal memiliki peluang lebih besar memasuki dunia kerja.

Ia mengungkapkan, sejak 2022 pemerintah telah melakukan pengembangan fasilitas BLK, mulai dari perluasan gedung hingga pembangunan asrama, sehingga kapasitas peserta pelatihan dapat terus ditingkatkan.

“Fasilitas terus kita lengkapi agar semakin banyak masyarakat yang bisa mengikuti pelatihan dan memperoleh kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan,” ujarnya.

Bupati juga meminta Disnakertrans melakukan pendataan terhadap lulusan pelatihan agar perkembangan penempatan kerja mereka dapat dipantau, baik di perusahaan yang berada di Kutim maupun di luar daerah.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Sulisman menjelaskan pelatihan ini menjadi implementasi program peningkatan kualitas tenaga kerja yang sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah.

Sebanyak 688 orang tercatat mendaftar dalam tiga program pelatihan tersebut. Dari jumlah itu, 462 orang memilih operator ekskavator, 184 orang administrasi perkantoran dan 42 orang instalasi listrik.

Pelatihan berlangsung selama 35 hari kerja, mulai 6 Juli hingga 24 Agustus 2026. Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta diharapkan dapat mengikuti program magang sebelum memasuki dunia kerja secara profesional. (IR)

Loading