Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mempercepat pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) sebagai upaya memperkuat perekonomian masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Hingga kini, sebanyak 17 koperasi telah selesai dibentuk dari total 116 koperasi yang ditargetkan berdiri di seluruh wilayah Kutim.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengatakan proses pembentukan koperasi berjalan sesuai tahapan. Pemerintah daerah optimistis seluruh target dapat diselesaikan paling lambat Agustus 2026.

Meski sejumlah koperasi telah terbentuk, Ardiansyah menegaskan operasionalnya belum dimulai karena masih menunggu peluncuran resmi yang akan dilakukan secara serentak oleh pemerintah pusat.

“Kita tinggal menyelesaikan seluruh proses pembentukannya. Setelah itu, kita menunggu jadwal peluncuran secara nasional sesuai kebijakan Presiden,” ujarnya saat ditemui belum lama ini.

Menurutnya, Koperasi Merah Putih nantinya akan hadir dalam bentuk gerai yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat, mulai dari sembako, LPG, hingga produk kebutuhan rumah tangga lainnya. Kehadiran koperasi tersebut diharapkan mampu mendekatkan akses layanan ekonomi kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pedesaan.

Ardiansyah menjelaskan, sebagian besar desa dan kelurahan telah menyiapkan lokasi operasional koperasi. Hanya beberapa wilayah yang masih melakukan penyesuaian, di antaranya Kelurahan Teluk Lingga dan Kelurahan Singa Geweh.

Khusus di Teluk Lingga, pemerintah memutuskan memindahkan lokasi gerai agar tidak berdampak terhadap aktivitas pedagang yang telah lebih dahulu berjualan di sekitar pasar induk.

“Kami ingin keberadaan koperasi memberikan manfaat tanpa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat yang sudah berjalan,” jelasnya.

Ia menambahkan, program yang menjadi salah satu kebijakan strategis Presiden RI Prabowo Subianto tersebut diharapkan mampu memperkuat distribusi kebutuhan pokok hingga ke pelosok daerah.

Dengan jaringan koperasi yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan, masyarakat nantinya diharapkan memperoleh barang kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau serta pasokan yang lebih stabil.

“Harapannya masyarakat, terutama yang tinggal jauh dari pusat perdagangan, bisa lebih mudah mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar,” pungkasnya. (Ir)

Loading