SANGATTA — Keberlangsungan operasional Bandara Uyang Lahai di Kecamatan Kombeng menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman pun menggelar mediasi bersama perusahaan, CSR, dan Dinas Perhubungan guna membahas percepatan pembenahan fasilitas bandara, Kamis (21/05/2026).

Pertemuan tersebut digelar setelah adanya sinyal dari Otoritas Bandara terkait perlunya kejelasan pengembangan dan operasional bandara domestik itu ke depan.

Bupati Ardiansyah mengatakan keberadaan Bandara Uyang Lahai sangat strategis bagi aktivitas ekonomi masyarakat maupun dunia usaha di wilayah Kutim bagian utara dan muara.

Ia menyebut kawasan sekitar bandara merupakan daerah dengan aktivitas investasi cukup tinggi di sektor perkebunan, pertambangan, dan kehutanan.

“Keberadaan penerbangan ini sangat dibutuhkan masyarakat dan juga menunjang mobilitas sektor usaha di wilayah tersebut,” jelasnya.

Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah mengajak perusahaan-perusahaan besar untuk terlibat langsung membantu peningkatan fasilitas bandara, khususnya landasan pacu dan terminal penumpang.

Perusahaan yang dilibatkan antara lain PT Gunung Gajah Abadi, PT Sinar Mas, dan DSN Grup.

Menurut Ardiansyah, kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi solusi tercepat agar bandara tetap dapat melayani penerbangan rute Uyang Lahai menuju Samarinda.

“Saya minta semua perusahaan ikut membantu pembenahan runway dan terminal supaya operasional bandara tetap berjalan baik,” tegasnya.

Ia menargetkan proses pembenahan infrastruktur dapat diselesaikan dalam kurun waktu tiga bulan dengan dukungan seluruh pihak terkait. (IR)

Loading