SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, secara resmi membuka kegiatan “Ramadhan English Vibe” yang digagas Jejak Langkah Pendidikan Indonesia (Jalanin), Sabtu (28/02/2026). Kegiatan bertema Bright Ramadhan, Smart English tersebut berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Bupati dan diikuti puluhan pelajar dari berbagai jenjang.
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah menegaskan bahwa kemampuan berbahasa Inggris saat ini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan penting di tengah persaingan global yang semakin terbuka. Ia menilai generasi muda Kutim harus dibekali keterampilan komunikasi yang mumpuni agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu pintu untuk membuka peluang lebih luas. Saya ingin anak-anak Kutim tidak hanya memahami teori, tetapi juga percaya diri berbicara dan mengekspresikan gagasannya,” ujarnya.
Menurutnya, momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kapasitas diri, baik secara spiritual maupun intelektual. Ia juga menyampaikan bahwa pendopo rumah jabatan memang terbuka untuk kegiatan positif masyarakat, khususnya yang berorientasi pada pendidikan dan pengembangan generasi muda.
“Pemerintah daerah akan selalu mendukung kegiatan edukatif seperti ini. Semangat belajar yang dipadukan dengan nuansa Ramadan menjadi nilai lebih bagi pembentukan karakter peserta,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Dian Eka Rachmawati, menjelaskan bahwa “Ramadhan English Vibe” dirancang sebagai ruang belajar interaktif yang menyenangkan. Metode pembelajaran dikemas melalui diskusi, praktik percakapan, hingga permainan edukatif untuk membangun keberanian berbicara dalam bahasa Inggris.
“Kami ingin menghadirkan suasana belajar yang tidak kaku. Fokusnya bukan hanya tata bahasa, tetapi bagaimana peserta berani berbicara dan terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Dian.
Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kutim yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, perhatian langsung dari kepala daerah menjadi motivasi tersendiri bagi peserta dan panitia.
“Kehadiran Bapak Bupati memberi semangat besar bagi kami. Ini menunjukkan bahwa pendidikan nonformal juga mendapat perhatian serius,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak ruang kreatif yang dapat mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kutai Timur, khususnya dalam menghadapi tantangan era globalisasi. (IR)
![]()



