Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Disperindag Kutim berkolaborasi dengan Polres, Kodim 0909, dan Lanal Sangatta menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Polder Sangatta, Sabtu (30/8/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari GPM serentak yang dilaksanakan di 7.285 kecamatan se-Indonesia dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Hadir dalam kegiatan ini Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutim Noviari Noor, Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto, perwakilan Kodim 0909 Kapten Inf Arif Safardiatno, Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Fajar Yuswantoro, Sekretaris Disperindag Kutim H Reza Fahlevi, Camat Sangatta Utara Hasdiah, serta sejumlah undangan.
Melalui konferensi virtual, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan pentingnya menjaga ketahanan pangan sebagai wujud nyata makna kemerdekaan. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan perhatian besar terhadap sektor pangan.
“GPM merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengendalikan inflasi dan memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan program ini berlangsung hingga Desember 2025. “Mulai Januari kemarin kita sudah menyiapkan 1,3 juta ton beras yang siap didistribusikan hingga akhir tahun,” jelasnya.
Di Kutim, GPM dipusatkan di Polder Sangatta, sementara di Sangatta Selatan dilaksanakan secara mobile oleh Polres Kutim. Stok yang disalurkan antara lain 4 ton beras, serta masing-masing 1 ton gula pasir dan minyak goreng.
Selain itu, Disperindagkop Provinsi Kaltim bersama Disperindag Kutim juga menyediakan 9 bahan pokok dengan harga terjangkau di Kantor Camat Sangatta Utara.
Masyarakat dapat membeli paket bahan pokok dengan harga Rp102.000, terdiri dari beras SPHP kemasan 5 kg, gula pasir 1 kg, dan minyak goreng 1 liter.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, menambahkan inflasi di Kutim masih dalam kondisi stabil.
“Ini bagian dari upaya menstabilkan harga di Kutim. Namun, kami bersama Polres Kutim juga mengajukan tambahan 7 ton beras dari Bulog Kaltim untuk disalurkan di Kutim,” pungkasnya.
Penulis ; Wir
Editor : Daus