
Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) terus mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mempermudah masyarakat mendapatkan layanan publik.
Salah satu inovasi yang baru diluncurkan adalah Terpadu Digital Kutim, sebuah platform yang menghimpun berbagai aplikasi layanan pemerintah daerah dalam satu sistem. Platform tersebut diluncurkan oleh Wakil Bupati Kutai Timur beberapa waktu lalu di Sangatta.
Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H. Siburian, mengatakan Terpadu Digital Kutim dihadirkan untuk memberikan kemudahan akses kepada masyarakat terhadap berbagai layanan yang sebelumnya tersedia melalui sejumlah aplikasi berbeda.
“Terpadu Digital ini kita hadirkan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat. Jadi berbagai layanan yang ada bisa diakses melalui satu platform,” ujarnya.
Ronny menjelaskan, saat ini sedikitnya terdapat 15 aplikasi yang telah terhimpun dalam sistem tersebut. Layanan yang tersedia cukup beragam, mulai dari data dan informasi, pelayanan administrasi, ekonomi, pertanian, hingga layanan yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia.
Salah satu aplikasi yang tersedia adalah SIAP Kawal, yang memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan administrasi kependudukan secara online atau daring.
Selain itu, terdapat Rumah Survei yang menjadi platform digital untuk mendukung kebutuhan survei. Masyarakat juga dapat mengakses CCTV Kutim, yang menyediakan tayangan langsung dari kamera pemantauan selama 24 jam, khususnya pada sejumlah titik di kawasan Sangatta.
Keberadaan CCTV yang dapat diakses masyarakat, kata Ronny, menjadi bagian dari pemanfaatan teknologi untuk memberikan informasi kondisi wilayah secara lebih terbuka. Masyarakat dapat melihat tayangan kamera yang tersedia tanpa harus datang langsung ke lokasi.
Tidak hanya layanan yang sudah berjalan, Terpadu Digital Kutim juga akan terus dikembangkan. Salah satunya berkaitan dengan layanan manajemen sistem serta pendidikan berbasis digital yang diarahkan untuk mendukung peningkatan kapasitas dan pengembangan sumber daya manusia.
Namun, sejumlah layanan tersebut masih dalam tahap pengembangan dan belum seluruhnya dibuka secara luas kepada masyarakat.
“Memang tidak semuanya sudah pada tahap yang sama. Ada layanan yang sudah berjalan dan bisa dimanfaatkan masyarakat, tetapi ada juga yang masih terus kita kembangkan agar ke depan bisa diakses lebih luas,” jelasnya.
Menurut Ronny, pengembangan Terpadu Digital Kutim tidak hanya berorientasi pada penambahan jumlah aplikasi. Hal yang lebih penting adalah memastikan setiap layanan yang terintegrasi benar-benar memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Karena itu, Diskominfo Staper Kutim akan terus melakukan pengembangan dan integrasi bersama perangkat daerah terkait. Dengan demikian, keberadaan Terpadu Digital diharapkan tidak sekadar menjadi kumpulan aplikasi, tetapi menjadi salah satu pintu akses masyarakat terhadap pelayanan dan informasi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.
“Intinya bagaimana teknologi ini bisa memberikan kemudahan. Masyarakat tidak perlu mencari layanan satu per satu, tetapi bisa mendapatkan aksesnya melalui satu platform,” pungkasnya. (ADV/TJ)
![]()



