G-Smart.id – Sangatta – Menjalani hari ke empat Reses masa sidang 1 Sutomo Jabir mendatangi masyarakat di Jl. Kh. Ahmad Dahlan RT. 51 Desa Sangatta Utara, Kutai Timur untuk menerima usulan aspirasi dan keluhan masyarakat untuk ditindaklanjuti.

Dalam reses ini salah satu kepala sekolah kejuruan swasta di Kutim Ahmad Natsir mengatakan sangat memerlukan bantuan pengembangan sarana dan prasarana disekolahnya karena ini sangat penting untuk pengembangan anak-anak dalam menikmati pendidikan selama tiga tahun.

“Dengan kehadiran Anggota DPRD Sutomo Jabir diharapkan ada peningkatan dari sisi sarana dan prasarana berupa perbaikan kelas, perbaikan lingkungan sekolah yang memenuhi standar industri dan peralatan –peralatan praktek karena sangat mempengaruhi proses belajar anak-anak.” harap Natsir. Sabtu (20/02).

Sedangkan Heri Prasetyo salah satu guru di SMK Muhammadiyah minta agar diperhatikan kesejahteraan guru di sekolah swasta karena selama ini kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah.

“Banyak guru swasta yang lari ke perusahaan yang kerja sampingan. Sudah ada sekolah yang tidak ada guru tekniknya seperti sekolah SMK Hasanuddin dan SMK Muhammadiyah, kalau bisa kami di bantu agar diberikan hidup yang layak.” Ujar Heri

Masih di sektor pendidikan mereka ingin siswa yang memiliki skill bisa di berikan legalitas atau sertifikasi agar bisa bersaing dengan tenaga kerja luar. Selain hal tersebut mereka juga ingin kedepannya banyak anak-anak yang lolos dan berkesempatan menerima beasiswa kaltim tuntas.

Selain itu ada juga warga yang mengusulkan jalan di pemukiman bisa di semenisasi karena jalan di pemukiman sekarang kurang baik untuk di lalui.

Reses hari ke empat Sutomo Jabir di Sangatta Utara Kutim

Menanggapi hal tersebut Sutomo Jabir mengatakan sangat miris melihat adanya kesenjangan penghasilan tenaga pendidik sekolah Swasta dan Negeri, contohnya tadi dikeluhkan insentif untuk guru swasta sekitar 1 juta sedangkan guru negeri 3,5 juta.

“Disini mereka guru swasta minta diperjuangkan supaya tidak terjadi kesenjangan terlalu jauh dan merasa guru swasta kurang diperhatikan, sehingga seolah-olah profesi guru swasta hanya menjadi pelarian saja karena tidak diterima bekerja di tempat lain.” Ujar Sutomo.

Kemudian beberapa permintaan mengenai bantuan beasiswa, Sutomo menjelaskan bahwa dari Program Provinsi sudah mengalokasikan cukup banyak anggaran untuk beasiswa melalui Program Kaltim Tuntas dan beasiswa lainnya.

“Saya mengarahkan agar daftar saja di program beasiswa tersebut nanti kami akan awasi dan kawal supaya bisa mendapatkan beasiswa sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah.” Jelas Tomo sapaan akrabnya.

Selanjutnya terkait infrastruktur pendidikan yang masih kurang dibanding dengan daerah lain, Sutomo mengatakan semua aspirasi masyarakat ini nanti akan disampaikan pada saat pleno, akan disampaikan juga pada saat hearing dengan OPD terkait supaya ini bisa menjadi bahan pertimbangan pada saat menyusun penganggaran di tahun berikutnya.

“Kita akan komunikasikan ke Pemerintah Pusat supaya Kaltim mendapat perhatian dalam upaya meningkatkan SDM, termasuk fasilitas pelatihan, pengajaran harus di upgrade menyesuaikan kemajuan teknologi, apalagi sekarang sudah jaman 4.O jadi harus kita selaraskan agar kita tidak ketinggalan dengan daerah lain.” Ungkapnya.

“Kedepan kaltim ingin kita jadikan daerah industri sebagai penopang ibukota sehingga akan banyak lapangan kerja tersedia, kalau SDM tidak memadai maka tenaga kerja dari luar yang akan merebut lapangan kerja, hal ini yang harus di antisipasi.” ujar Sutomo. (ADV/G-S02)

Spread the love