G-Smart.id -Sangatta – Vaksinasi massal yang dipelopori oleh Kapolri dalam hal ini Polres Kutai Timur, diharapkan dapat mendongkrak tingkat partisipasi masyarakat untuk mengikuti vaksin Covid-19.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kutai Timur, Muhammad Yusuf mengatakan, hingga saat ini secara kumulatif capaian vaksin di Kutim baru 30 persen atau 17 Ribu masyarakat Kutim yang divaksin, dari total 54 Ribu warga yang berusia 18 tahun ke atas.

Yusuf menambahkan, Pemerintah Pusat mengharapkan agar terget tersebut dapat segera tercapai, minimal hingga 70 persen keatas demi terbentuknya Herd Immunity di Daerah. Oeh sebab itu, Dinkes Kutim setiap harinya mendapat target 1.250 peserta untuk divaksin, namun hingga kini masih belum dapat tercapai.

“Dari Pusat mengharapkan lebih cepat lebih bagus, kita ditargetkan 1.250 untuk memvaksin setiap hari, itu kami anggap sebagai hal yang berat, tapi kami tetap berupaya. Untuk upaya kesana tentu mengharapkan kerjasama lintas sektor yang terkait, untuk membantu mengumpulkan masa,” jelas Yusuf belum lama ini.

Yusuf berharap, vaksinasi masal selama tiga hari tanggal 7-9 Juni 2021, yang dilaksanakan di tiga titik yakni, di Gedung Serba Guna (GSG) Bulit Pelangi, Pasar Induk Sangatta (PIS), Balai Pertemuan Umum (BPU) Sangatta Utara itu dapat meningkatkan pasrtisipasi masyarakat Kutim, terutama lansia.

“Pasalnya, capaian untuk vaksinasi lansia baru diangka 8,7 persen dari total 23 ribu lansia yang ada. Dirinya juga mengakui, jika pelaksanaan vaksinasi di tiap Kecamatan telah berjalan. Namun, respon masyarakat masih lambat,”terang Yusuf.

Lebih jauh, Yusuf mengatakan, Sangatta Utara sebagai Ibu Kota Kabupaten menjadikan prioritas vaksinasi. Karena memang penduduknya banyak, juga relawan vaksin banyak. Sehingga banyak juga masyarakat yang ikut jadinya. (ADV/G-S04)