G-Smart.id – Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim) Drs. H. Ardiansyah Sulaiman M.Si di dampingi istri Ir. Hj. Siti Robiah menerima kedatangan Persatuan Orang Tua Anak Dengan Down Syndrome (POTADS) Kaltim Wilayah Sangatta dalam rangka menjalin hubungan silaturahmi di Rumah Jabatan Bupati Kutim, Rabu (19/01/022)

Dalam kesempatan ini, Dahliana selaku Kordinator PIK POTADS Kaltim Wilayah Kutai Timur menyampaikan dengan pertemuan ini diharapkan anak-anak bisa dikenal masyarakat.

“Tidak ada diskriminasi dan meminta fasilitasi kepada Bupati dengan pihak rumah sakit kudungga agar diperhatikan. Akan tetapi masih ada beberapa terapi yang belum tersedia sehingga Anak Down Syndrome sangat membutuhkan fasilitas ini,” ujar Dahliana.

Sementara itu Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman sangat merspon keberadaan POTADS di Kutai Timur, dirinya mengatakan Anak Down Syndrome juga anak kebanggan Kutai Timur.

“Silakan masukan usulan apa saja yang dibutuhkan ke Pemerintah, misalnya seperti fasilitas terapi dan kemampuan rumah sakit memberikan terapi kepada anak-anak, mudah mudahan ini bisa terealisasi,” pesan Ardiansyah

Kembali Dahliana menyampaikan, POTADS di wilayah Sangatta sudah memilik anggota sebanyak 26 orang anak yang terkumpul dari berbagai Kecamatan, diantaranya dari rantau pulung, sangkulirang ,bengalon dan beberapa daerah lain di Kutai Timur.

“Masih banyak juga orang tua yang malu dengan keberadaan Anak Down Syndrome, maka dengan kehadrian POTADS ini mari bergandengan tangan bersama agar bisa menggali lagi potensi dań bakat anak kita,” harap Dahliana.

Keberadaan POTADS bertujuan memberdayakan orang tua anak dengan Down Syndrome agar selalu bersemangat untuk membantu tumbuh kembang anak spesialnya secara maksimal, sehingga mereka mampu menjadi pribadi yang mandiri, bahkan bisa berprestasi sehingga dapat diterima masyarakat luas, karena anak dengan Down Syndrome memiliki hak yang sama dengan anak-anak lainnya.

Perlu diketahui dalam waktu dekat ini POTADS Kaltim Wilayah Sangatta akan mengadakan Hari Syndrome sedunia dengan beberapa kegiatan seperti seminar yang melibatkan dr Meta dan dr Fatimah. (Wir/G-S02)

Loading