Jakarta, G-Smart.id – Jumah Kepala Desa Batu Lepoq Karangan membuat bangga Kutai Timur (Kutim) pasalnya dirinya berhasil menemukan jamu untuk meningkatkan imun (imun booster).

Immune booster, merupakan salah satu program yang dihasilkan dari kegiatan Pendampingan Desa yang telah dilaksanakan oleh KALFOR-UNDP.

Berkat jamu tersebut, Jumah yang menjabat sebagai Kepala Desa Lepoq dipilih oleh Kutim untuk berangkat ke Jakarta guna menjadi pembicara di dalam “Women Action in Delivering Forest to You:Gender Mainstreaming at site level” yang berlangsung di Indonesia Pavilion COP26, Gedung Manggala Wana Bakti, Jakarta,Senin (8/11/2021).

“Cukup banyak program Pemerintah Kabupaten Kutai Timur yang dituangkan dalam Visi dan Misi Pembangunan Kabupaten Kutai Timur, sejalan dengan program KALFOR-UNDP, dan ini sudah tercipta sinergis yang baik dengan program KALFOR-UNDP,” ucap Kadis Kominfo Perstik Kutim Ery Mulyadi saat ditemui awak media G-Priority usai acara.

Saat menjadi pembicara Jumah mengatakan bahwa dengan adanya obat herbal ini Alhamdulillah masyarakat di desa yang dipimpinnya tidak ada satupun yang terjangkit Covid-19.

Lebih lanjut dikatakan oleh Jumah, ramuan ini berasal dari orang tuanya yang awalnya diperuntukkan untuk obat kuat untuk laki-laki dan perempuan.

“Ramuan ini diperuntukkan bagi laki-laki dan perempuan karena jalan di daerah kami sangat jauh sehingga harus mengkonsumsi obat ini,” jelasnya.

Disampaikan juga ramuan ini juga untuk mengobati darah tinggi, asam urat dan lain-lain.

“Obat ini tidak bisa diproduksi oleh orang lain, karena harus meracik sendiri,”kata ia.

Disampaikan Jumah, dengan bantuan dari Pemkab Kutai Timur dirinya akan memproduksi dan mengajarkan kepada penduduk lainnya sehingga bisa diproduksi lebih banyak lagi.

Terkait dengan bahan-bahannya Jumah mengatakan, bahwa selama ini ia mendapatkan bahan bakunya dari hutan yang dikelola oleh masyarakat di desa Batu Lepoq di Support Full oleh KALFOR-UNDP dan Ditjen PKTL Kemen LHK.

Menutup pembicaraan Jumah berterima kasih kepada KALFOR-UNDP,Ditjen PKTL Kemen LHK dan Pemkab Kutai Timur karena diberi kesempatan untuk memperkenalkan produknya.(Hs.Foto.Hs)