BENGALON – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus mematangkan arah pembangunan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) 2026 yang digelar di 18 kecamatan. Di Bengalon, forum tersebut berlangsung pada 4–5 Februari 2026 di Gedung Serba Guna (GSG) Sepaso Timur.

Mengusung tema “Transformasi Ekonomi Berkelanjutan Melalui Penguatan Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia yang Berdaya Saing Menuju Kutai Timur Sejahtera”, Musrenbangcam menjadi momentum strategis untuk mendorong pergeseran struktur ekonomi daerah agar tidak lagi bertumpu pada sektor pertambangan.

Camat Bengalon Ahmad Rasyid melalui Sekretaris Camat, Permana Sari, menegaskan bahwa forum ini merupakan ruang penting untuk menyelaraskan aspirasi desa dengan kebijakan pembangunan kabupaten.

“Kami menginginkan usulan yang disampaikan fokus pada empat pilar utama, yakni infrastruktur dasar, kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat serta peningkatan daya saing sumber daya manusia,” ujar Permana di hadapan jajaran Bappeda, DPRD, dan para undangan, Rabu (04/02/2026).

Ia juga mengingatkan agar desa cermat dalam menentukan prioritas, termasuk memastikan keakuratan data lokasi dan penerima manfaat agar pelaksanaan program tepat sasaran.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kutim melalui Kabid Ekonomi dan SDA, Ripto Widargo, menekankan pentingnya membangun fondasi ekonomi berkelanjutan.

“Kita ingin sektor pertanian dalam arti luas menjadi tulang punggung transformasi ekonomi, sehingga tidak terus bergantung pada industri pertambangan dan penggalian,” jelasnya.

Selain itu, Ripto menyoroti pentingnya konektivitas infrastruktur guna memperlancar distribusi hasil produksi masyarakat. (IR)

Loading