G-Smart.id – Sangatta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Rapat Koordinasi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak Tahun 2020, secara virtual, Rabu (14/4/2021). Pada kegiatan tersebut, pasangan kepala daerah mendapat arahan sekaligus pembekalan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Rakor tersebut, turut diikuti Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati H Kasmidi Bulang serta didampingi Forum Kooordinasi Perangkat Daerah (Forkopimda), diruang video converence, Dinas Kominfo dan Perstik Kutim.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam laporannya menjelaskan, bahwa sampai saat ini terdapat 185 pasangan kepala daerah hasil Pilkada 2020 yang telah dilantik. Jumlah itu terdiri 5 pasangan gubernur, 152 pasangan bupati, dan 28 pasangan wali kota.

“185 pasangan Kepala Daerah tersebut, hadir secara virtual pada rapat koordinasi ini untuk mendapat arahan dan petunjuk dari Bapak Presiden,” kata Mendagri seperti dikutip dari laman resmi Kemendagri, Rabu (14/4/2021).

Ditemui usai Rakor itu, Bupati H Ardiansyah Sulaiman mengatakan beberapa arahan Presiden yang disampaikan diantaranya anggaran penanganan Covid-19.

“Melalui APBD bisa untuk penanganan dampak Covid-19. Serta APBN dan APBD terkoneksi dengan kegiatan ini sehingga betul-betul dapat dikendalikan dengan baik,” ucap Ardiansyah.

Kemudian sambung Ardiansyah, kepala daerah diminta untuk menggunakan anggaran yang fokus kepada masyarakat. Berikut yang tak kalah penting, terkait UU nomor 23 tahun 2014 tugas daerah terkait dengan otonomi daerah.

“Ini yang paling banyak menjadi sorotan dari daerah-daerah, sehingga tahu persis apa tugas atau kewenangan Bupati/Walikota dan Gubernur agar tidak terjadi tumpang tindih,” terang Ardiansyah.

Terakhir, Presiden meminta daerah agar bisa melakukan terobosan-terobosan dalam mengatasi kendala-kendala yang ditemui didaerah masing-masing.

“Kalau di Kutim, sudah ada terobosan dalam pembuatan KTP-el. Dengan kondisi geografis Kutim yang cukup sulit dijangkau dan keterbatasan masyarakat ditransporatasi. Kita (Disdukcapil) melakukan jemput bola untuk mengatasi kendala-kendala dilapangan,” ungkapnya. (ADV/G-S04)