SANGATTA- Fenomena maraknya penyakit gagal Ginjal yang baru-baru ini merebak terjadi dan memakan banyak korban jiwa terutama anak-anak, bahkan menyebabkan korban meninggal dunia, mengundang perhatian dan keprihatinan berbagai kalangan, tak terkecuali dari anggota DPRD Kutim dari partai Gerindra Yan Ipui.

Menurutnya, hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab utama penyakit yang menyerang organ yang bertugas mengeluarkan sisa kotoran dalam tubuh manusia ini. Apakah dari makanan, minuman maupun obat yang yang di konsumsi ataupun faktor lainya.

“Diperlukan penelitian lebih lanjut terkait fenomena ini, dan saat ini pemerintah pusat sudah mengambil kebijakan dengan menarik peredaran beberapa obat sirup anak yang di duga menjadi salah satu penyebab utama,” ujarnya beberapa waktu yang lalu di ruang kerjanya.

Selain itu, Politisi asal yang sebelumnya berprofesi sebagai PNS ini meminta kepada pemerintah untuk menjalankan fungsinya dengan terus melakukan pemantauan secara langsung serta evaluasi di lapangan terhadap peredaran makanan, minuman maupun obat yang memang layak dikonsumsi oleh masyarakat.

“Jangan sampai wewenang dan tugasnya sudah ada, namun melakukan pembiaran, ini kan menjadi masalah, dan rakyat jadi korban,” imbuhnya.

Ketua Komisi B ini juga menilai, dalam kasus gagal Ginjal ini pemerintah di nilai lambat dalam hal pencegahan dan pengambilan kebijakan, sehingga menimbulkan banyak korban jiwa. Dirinya meminta agar pemerintah lebih proaktif dalam upaya pencegahan serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar kejadian seperti ini tidak terulang. (G-S08).

Loading