Samarinda, G-Smart.id. Perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultasi pendidikan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Pendar Pelita Nusantara , melalui UPTD Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan di bawah pengawasan Dinas Pendidikan Kaltim, menjajaki adanya gerakan baca bakat dan karakter siswa berbasis konseling.

Pasalnya, masih banyak potensi yang harus dikembangkan di bidang pendidikan seperti guru maupun siswa yang ada di Kaltim.

“Kami ingin mengajak guru-guru terlatih dalam mengenali bakat anak didik lebih mudah. Sehingga anak didik betul-betul diketahui bakat dan kemampuannya sejak kelas 11 atau 12,” ucap Hijrah Saputra, CEO Pendar Pelita Nusantara kepada awak media Samarinda, Rabu (17/11/2021).

Program tersebut sudah dilakukan oleh lembaga Pendar Pelita Nusantara sejak beberapa bulan yang lalu. Tahap awal mendapat respon positif dari para guru di seluruh Kaltim, sebanyak 189 guru pada 150 sekolah sudah ikut, belum termasuk Kabupaten Mahakam Ulu.

“Kami sudah memulai dengan sistem daring kepada 180 guru se-kaltim, kecuali Kabupaten Mahakam Ulu yang belum bergabung,” tuturnya.

Para guru yang bergabung dalam program pelatihan baca bakat anak didik itu, akan terus dievaluasi kemampuannya. Evaluasi diumumkan setahun sekali.

Sementara, Johandri, Kepala Biro Humas Pendar Pelita Nusantara menuturkan pentingnya baca bakat siswa didik oleh guru. Dengan baca bakat, lebih mudah bagi siswa menetapkan kelanjutan sekolah ke jenjang lebih tinggi dengan basis kemampuan dan bakatnya.

Johandri mencontohkan, ada siswa mungkin pandai dalam hal bahasa Inggris dan mengira dia akan melanjutkan pendidikannya di bidang sasta inggris atau lainnya. Tapi ternyata ada bakat lain yang potensial di diri anak didik itu.

“Dengan program baca bakat, sudah terbaca bakatnya sejak dini,” ujarnya.

Pendar Pelita Nusantara akan terus melakukan pengembangan proyek baca bakat ini di seluruh Kaltim. Lembaga pendidikan itu ingin menjadi pioner dalam baca bakat di tiap sekolah, khususnya SMK dan SMU. (G-S05)