SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi menekankan pentingnya transparansi dalam proses rekrutmen dan pembinaan atlet untuk melahirkan olahragawan berprestasi. Menurutnya, seleksi yang dilakukan secara terbuka dan berdasarkan kemampuan menjadi salah satu faktor penting dalam mencetak atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Hal tersebut disampaikan Mahyunadi saat menutup National Climbing Series 3 Bupati Cup V Tahun 2026 di Sport Climbing Center, kawasan Bukit Pelangi, Sangatta, Selasa malam (13/10/2026).

Mahyunadi menilai panjat tebing menjadi salah satu cabang olahraga yang memperlihatkan secara langsung kemampuan atlet melalui kecepatan, teknik, dan keterampilan. Karena itu, proses kompetisi dan penjaringan atlet harus dilaksanakan secara adil agar setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk meraih prestasi.

Ia mencontohkan keberhasilan atlet panjat tebing Indonesia yang mampu bersaing di tingkat dunia. Capaian tersebut menunjukkan bahwa dengan pembinaan yang tepat dan kesempatan yang terbuka, atlet Indonesia mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya di tengah persaingan internasional.

“Sepanjang rekrutmennya transparan, pasti bisa menghasilkan atlet-atlet yang luar biasa bagi republik ini,” ujarnya.

Mahyunadi berharap prinsip tersebut menjadi perhatian seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan olahraga di Kutim. Ia meminta para camat, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), serta perangkat daerah terkait untuk memastikan proses penjaringan atlet dilakukan dengan baik dan berorientasi pada kemampuan.

Menurutnya, potensi atlet perlu ditemukan sejak dini melalui pembinaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, anak-anak yang memiliki minat dan bakat di bidang olahraga dapat memperoleh kesempatan untuk berkembang hingga mencapai tingkat prestasi yang lebih tinggi.

Mahyunadi juga mengaku terharu melihat antusiasme anak-anak yang berlatih panjat tebing di arena pertandingan. Semangat tersebut menjadi modal awal yang perlu didukung melalui fasilitas latihan, pendampingan pelatih, dan pembinaan yang terarah.

Ia berharap kejuaraan panjat tebing di Kutim tidak hanya menjadi ajang persaingan, tetapi juga bagian dari upaya membangun sistem pembinaan atlet yang lebih baik.

Melalui kompetisi yang menjunjung tinggi sportivitas dan rekrutmen yang transparan, Mahyunadi berharap Kutim mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat mengharumkan nama daerah sekaligus berkontribusi bagi prestasi olahraga Indonesia. (ADV/TJ)

Loading