G-Smart.id – Samarinda – Komisi III DPRD Kaltim rapat dengar pendapat dengan UPTD Bandara APT Pranoto dan Dinas Perhubungan Kaltim terkait pengembangan bandara APT Pranoto Samarinda, Senin (15/02) di Kantor DPRD Gedung E Lantai 1.

Walaupun sudah beroperasi beberapa tahun terakhir akan tetapi Bandara ini dianggap masih banyak terdapat kekurangan dan perlu upaya untuk mengembangkannya.

Di temui usai rapat dengar pendapat Syafruddin anggota Komisi III DPRD Kaltim ini mempertanyakan tentang komitmen Kementrian Perhubungan (Kemenhub) yang akan mengembangkan bandara APT Pranoto Tersebut.

“Faktanya bandara APT Pranoto ini tidak ada pengembangan sama sekali justru jalan ditempat ini sama halnya Kemenhub tidak komitmen” Ungkap Syafruddin

Karena menurutnya sewaktu menyerahkan aset bandara dengan catatan Kemenhub menuntaskan pembangunan bandara APT Pranoto misalnya pencahayaan dan pemagaran causeway namun faktanya hari ini belum ada sehingga ini dievaluasi dan dikoreksi.

Syafruddin melanjutkan dari hasil koreksi ini kalau disetujui nanti komisi III akan membentuk tim untuk mengevaluasi secara menyeluruh. Sehingga nanti hasil kerja tim ini akan mendorong putusan apakah bandara ini tetap dikelola oleh Kemenhub atau diserahkan ke angkasa pura.

“Karena semua bandara profesional atau bandara besar di Indonesia pengelolaanya adalah angkasa pura dan sebagai catatan uangnya rakyat Kaltim yang sudah masuk di pembagunan bandara ini kurang lebih 2,5 triliun” bebernya.

Syafruddin merasa Kemenhub ingkar dengan komitmennya padahal seperti diketahui bahwa bandara Apt Pranoto ini diawali pembangunannya dengan APBD, tidak murni APBN sehingga Kaltim merasa seperti di anak tirikan bandingkan dengan bandara di Jabar yang murni APBN.

“Tadi memang mereka akan berusaha untuk mendorong kementrian memaksimalkan pengalokasian anggaran untuk percepatan pengembangan bandara, meskipun ada kendala refocusing anggaran karena Covid bisa ditolerir, tapi kedepan harus komitmen agar bandara ini menjadi strategis dan profesional” Pungkasnya.

Dalam rangka menyambut IKN wacananya ada perpanjangan runway menjadi 2.500 sehingga nanti pesawat yang berskala Airbus  bisa mendarat di  bandara Apt Pranoto karena syarat mendaratnya pesawat tersebut 2000 sampai 2.500 panjang runwaynya. (ADV/G-S05).

Spread the love