SANGATTA – Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) optimis setiap sekolah secara bertahap akan terapkan pembelajaran menggunakan kurikulum penyempurnaan yakni Kurikulum Merdeka Belajar. Targetnya tahun 2024 mendatang secara nasional diharapkan kurikulum merdeka ini sudah dapat diterapkan secara menyeluruh di masing-masing sekolah di Kutim.

Hal tersebut disampaikan Irma Yuwinda, Plt Kadisdik Kutim beberapa waktu yang lalu saat ditemui awak media.  Dirinya menyebut Kurikulum Merdeka Belajar merupakan manivestasi dari Nilai-Nilai Pancasila karena  mampu membentuk karakter anak sehingga terbebas dari pergaulan bebas. Melalui kurikulum ini anak akan dibentuk sesuai dengan profil Pancasila.

“Ada 6 profil Pancasila, yaitu berakhlak mulia, berkebhinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif,” sebut Irma.

Dirinya memberikan contoh, di poin pertama, yaitu berakhlak mulia, terkait dengan ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’, dengan contoh agama Islam. Di mana ia mengatakan, Islam melarang perbuatan merendahkan harkat dan martabat seseorang. Sehingga dengan penguatan keimanan dan pemahaman agama pada anak, akan menghindarkan anak dari perilaku bullying.

“Bahwa bagaimana akhlak, bagaimana attitude, bagaimana misalnya saya ambil contoh agama islam, Kan nggak boleh tuh merendahkan harkat martabat orang,” ujarnya.

Irma menambahkan, begitupun kasus-kasus lain dalam kehidupan sehari-hari, seperti perilaku menyimpang dan penyalahgunaan narkoba, dan lainnya.

Di era digitalisasi ia mengatakan, hal yang mustahil untuk memisahkan anak dari kemajuan teknologi informasi. Oleh karenanya ia menilai penanaman karakter ini sangat dibutuhkan agar anak cerdas dalam memilih dan memanfaatkan teknologi. (*/G-S02)