SANGATTA- Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencatat hingga April realisai penyerapan anggaran keuangan tahun 2023 mencapai 9,23 persen namun untuk pembangunan fisik sudah mencapai 20 persen.

Hal itu di sampaikan Kepala DTPHP Kutim Dyah Ratna Ningrum kepada awak media usai mengikuti Rapat Oprasioanal Pengendalian Kegiatan (Radalok) ke 2 triwulan pertama di salah satu hotel di Samarinda, Selasa (07/05/2024) lalu.

“Makanya habis Radalok pertama kemarin, kami langsung rapat internal untuk merumuskan strategi agar realisasi bisa sesuai denga target yang di tetapkan yakni 15 persen,” ujarnya.

Masih kata Dyah sapaan akrabnya, karena sempat ada pergantian sistem yang di lakukan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) terkait pengelolaan administrasi yang berkaitan dengan kuangan, sehingga berdampak terhadap proses administrasi keuangan, namun seiring berjalanya waktu di tambah adanya pelatihan yang mereka ikuti, dirinya mengaku, saat ini progres penyerapan anggaran bisa sesuai denga target Radalok kedua yakni sebesar 15 persen bisa di capai.

“Nah, minggu lalau kan sudah ada workshop dari BPKAD terkait proses upload dan pencairan, saat ini sudah on progres, dan target 40 persen di triwulan kedua yang di tetapkan bukan masalah bagi kami (DTPHP),” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Insan Bowo Asmoro mengatakan, secara umum, hasil evaluasi capaian realisai anggaran setiap PD daerah sampai dengan 19 April ini rata-rata baru mencapai 12,63 persen atau belum mencapai target yang di tetapkan yakni 15 persen.

“Namun, pencapian ini peningkatanya sudah sangat signifikan. Kalau kita bandingkan dengan tahun lalu dimana pada triwulan pertama, kita hanya ada di angka 1,5 persen. Kami optimis target realisasi anggaran kami di Radalok selanjutnya di bulan Juli sebesar 40 persen bisa tercapai,”katanya.

Loading